PBB Anugerahkan Penghargaan Pelayanan Publik 2026 ke Arab Saudi Berkat Proyek Data Nasional dan AI Estishraf

- Rabu, 24 Juni 2026 | 10:00 WIB
PBB Anugerahkan Penghargaan Pelayanan Publik 2026 ke Arab Saudi Berkat Proyek Data Nasional dan AI Estishraf

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganugerahkan penghargaan tertinggi di bidang pelayanan publik kepada Arab Saudi melalui proyek National Data Bank dan platform kecerdasan buatan Estishraf. Penghargaan United Nations Public Service Award 2026 itu diraih setelah bersaing dengan lebih dari 700 inisiatif dari 62 negara. Pengumuman pemenang disampaikan PBB pada 22 Juni 2026 dan dipublikasikan oleh Saudi Press Agency (SPA) sehari berselang.

Penghargaan ini diberikan kepada inisiatif pemerintah yang terbukti mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi kelembagaan, transparansi, akuntabilitas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. National Data Bank dan Estishraf, yang dikembangkan oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), menjadi salah satu dari 12 inisiatif terbaik dunia yang terpilih dalam ajang tahun ini. Penghargaan akan diserahkan secara resmi dalam Forum Pelayanan Publik PBB di Tbilisi, Georgia, pada 25 Juni 2026.

National Data Bank dirancang sebagai platform nasional yang memungkinkan integrasi dan pertukaran data antarinstansi pemerintah. Tujuannya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan efektivitas layanan digital. Sementara itu, Estishraf memanfaatkan analisis data dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan prediksi, indikator, serta berbagai skenario yang membantu pemerintah mengantisipasi tantangan masa depan secara lebih cepat dan akurat.

Keberhasilan ini berlangsung bertepatan dengan Tahun Kecerdasan Buatan 2026 yang menjadi bagian penting dari agenda transformasi nasional Vision 2030 Arab Saudi. Prestasi SDAIA juga mencerminkan dukungan berkelanjutan dari Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dalam memperkuat peran teknologi sebagai fondasi pembangunan ekonomi masa depan.

Transformasi Layanan Haji Berbasis Data

Dai kondang Indonesia sekaligus Dosen Senior Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Ustadz Dr. H. Das'ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., menilai penghargaan tersebut merupakan pengakuan dunia terhadap keberhasilan Arab Saudi mengintegrasikan teknologi modern dengan pelayanan publik yang berorientasi pada kemaslahatan manusia. Sebagai pendamping dan pembimbing jamaah haji yang telah berkali-kali mendampingi jamaah Indonesia ke Tanah Suci, Das'ad Latif mengaku menyaksikan secara langsung transformasi besar yang terjadi dalam sistem pelayanan publik Arab Saudi selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, penerapan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek pelayanan jamaah mulai dari sistem visa elektronik, layanan kesehatan berbasis data, pengelolaan transportasi, pengaturan arus manusia di lokasi ibadah, hingga sistem pemantauan keamanan yang mampu mengelola jutaan orang secara bersamaan. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar instrumen teknologi, melainkan alat strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pelayanan kepada tamu Allah yang datang dari seluruh dunia.

“Yang membuat saya terkesan bukan hanya kecanggihan teknologinya, tetapi bagaimana teknologi itu digunakan untuk melayani manusia. Di Arab Saudi, saya melihat kecerdasan buatan, data besar, dan transformasi digital benar-benar diarahkan untuk memudahkan kehidupan masyarakat, melindungi jamaah haji, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan membantu mereka yang membutuhkan di berbagai belahan dunia,” tegas Das'ad Latif saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji modern saat ini merupakan salah satu contoh terbaik di dunia mengenai pemanfaatan data dan kecerdasan buatan dalam skala sangat besar yang melibatkan jutaan orang dari ratusan negara. Menurut dai nasional dengan jutaan pengikut itu, kemampuan pemerintah Arab Saudi mengelola kerumunan manusia dalam jumlah masif dengan tingkat keamanan dan efisiensi yang semakin baik merupakan hasil dari investasi jangka panjang dalam bidang data, teknologi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kepemimpinan AI dan Diplomasi Kemanusiaan

Di tengah kemajuan teknologi tersebut, Arab Saudi juga memperoleh perhatian internasional atas kontribusinya dalam bidang kemanusiaan global. Data yang dirilis SPA pada 21 Juni 2026 menunjukkan total bantuan kemanusiaan yang telah diberikan Arab Saudi mencapai sekitar US$23,761 miliar. Melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, Arab Saudi menjalankan ribuan program bantuan kemanusiaan di berbagai negara yang mencakup layanan kesehatan, ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pembangunan kamp pengungsian, pendidikan, serta bantuan darurat bagi masyarakat terdampak konflik dan bencana.

Nilai bantuan yang disalurkan kepada pengungsi dan kelompok rentan dari Yaman, Suriah, Rohingya, dan Sudan mencapai sekitar US$20,43 miliar hingga tahun 2026. Sejak didirikan pada 2015, pusat bantuan tersebut telah melaksanakan 4.394 proyek kemanusiaan di 113 negara dengan nilai melebihi US$8,48 miliar.

Bagi Das'ad Latif, kombinasi antara kemajuan teknologi dan besarnya komitmen kemanusiaan inilah yang membuat capaian Arab Saudi memiliki arti strategis di tingkat global. “Penghargaan PBB ini bukan sekadar kemenangan sebuah lembaga pemerintah, melainkan pengakuan dunia bahwa Arab Saudi berhasil membuktikan teknologi, pelayanan publik, dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Inilah wajah baru pembangunan abad ke-21 yang berbasis ilmu pengetahuan, tetapi tetap berorientasi pada kemaslahatan manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman Arab Saudi dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, untuk mempercepat transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. “Ketika kecerdasan buatan dipadukan dengan kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang baik, dan kepedulian terhadap sesama, maka yang lahir bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan kemajuan peradaban,” pungkas Das'ad Latif.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar