Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sekitar 55 ribu buruh pabrik di Bekasi akibat kenaikan harga gas industri mendapat respons cepat dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri setelah menerima laporan tersebut dalam sebuah forum serikat pekerja di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Laporan itu disampaikan kepada Dasco saat ia menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 bersama Presiden KSPI Andi Gani Nena Wea di Hotel Acacia. Dalam kesempatan yang sama, Dasco yang tengah bersiap menyampaikan pidato justru mengalihkan perhatiannya pada persoalan gas industri yang dinilai krusial. Ia pun memutuskan untuk menelpon langsung Simon di hadapan para peserta rakernas.
“Halo Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Rakernas KSPI, iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri apakah ada jalan keluar?” tanya Dasco melalui sambungan telepon yang diperdengarkan lewat pengeras suara.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Simon menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait. “Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai,” ujar Simon.
Dalam percakapan itu, Dasco kemudian menjelaskan secara gamblang bahwa lonjakan harga gas telah memicu ancaman gelombang PHK yang cukup masif. Ia meminta agar Pertamina bersedia duduk bersama untuk mencari solusi guna memitigasi dampak buruk tersebut.
“Jadi begini Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55.000 katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan,” kata Dasco.
“Nah mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya,” lanjutnya.
Simon pun langsung menyetujui usulan tersebut. “Baik setuju, setuju Pak Dasco,” jawabnya singkat.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea melaporkan langsung kepada Dasco bahwa dua pabrik besar anggotanya di Bekasi sudah tutup akibat kenaikan harga gas. Ia menyebutkan nama-nama perusahaan seperti Granito, Milenium Keramik, dan Mulia Keramik sebagai pihak yang terdampak paling parah.
“Bang Dasco yang saya hormati. Bang, sekarang, hari ini, kita mengalami kesulitan sangat luar biasa. Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup, Bang. Itu Granito, sebentar lagi menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik karena gas industri. Ini bahaya sekali,” ujar Andi Gani saat memberi sambutan dalam acara Rakernas 2026 KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (22/6).
Artikel Terkait
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral
Insinyur Chip Kini Jadi Primadona Baru di Pasar Kerja dan Perjodohan Korea Selatan
Pemerintah Belum Pastikan Lokasi Upacara HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN
Rubio Tolak Rencana Iran Tarik Biaya Tol Kapal di Selat Hormuz