Di tengah tekanan persaingan Moto3 2026 yang masih didominasi KTM, satu nama justru muncul sebagai tumpuan harapan bagi pabrikan Honda. Veda Ega Pratama berjuang sendirian di barisan depan, menjadi wajah paling konsisten dari pabrikan tersebut musim ini.
Persaingan Moto3 musim ini mengerucut pada dua kekuatan besar yang sulit dipisahkan: Honda dan KTM. Namun, di antara derasnya laju para pembalap KTM yang memenuhi barisan depan, Veda Ega menjadi satu-satunya pengecualian dari kubu Honda. Pembalap asal Indonesia itu tampil stabil sepanjang musim berjalan dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan 82 poin. Catatan itu sekaligus menjadikannya pembalap Honda dengan performa terbaik sejauh ini.
Perkembangan signifikan terlihat dari torehan Veda sepanjang musim. Ia sudah mengoleksi dua podium penting, yakni finis ketiga di Moto3 Brasil dan Moto3 Prancis. Selain itu, ia juga mengamankan hasil solid di posisi kelima pada Moto3 Ceko di Sirkuit Brno. Dalam struktur internal Honda, posisinya semakin menonjol. Veda kini menjadi pembalap dengan poin tertinggi, bahkan menjadi acuan performa tim.
Di belakangnya, terdapat Guido Pini dengan 48 poin, Eddie O’Shea (35 poin), Casey O’Gorman (34 poin), hingga Joel Kelso (30 poin). Sementara itu, Adrian Fernandez mengoleksi 21 poin, Leo Rammerstorfer 4 poin, dan Zen Mitani 2 poin.
Namun, balapan di Brno menjadi pengingat keras. Di sirkuit tersebut, Veda kesulitan menempel kecepatan para pembalap KTM yang mendominasi barisan depan. Gap performa terutama terlihat pada akselerasi keluar tikungan dan kecepatan puncak. Fenomena itu sejalan dengan gambaran umum musim ini. KTM tampil lebih stabil dalam hal top speed dan akselerasi, sementara Honda masih mencari keseimbangan.
Motor NSF250RW milik Honda masih menyimpan karakter campuran. Ada sektor yang kompetitif, namun ada pula area yang tertinggal cukup jauh. Veda sendiri tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah besar pada motornya.
“Hanya saja memang beberapa poin Honda masih bisa di-improve lagi dan memang sedikit kalah,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Ia juga menegaskan bahwa setiap keunggulan yang ada tetap harus dimaksimalkan di lintasan. “Di beberapa poin juga Honda mempunyai advantage, ada kelebihan. Jadinya, ya saya selama race saya maksimalin kelebihannya,” tambahnya. Pernyataan itu memperlihatkan pendekatan realistis seorang pembalap muda yang memahami keterbatasan teknis, namun tetap kompetitif.
Sementara itu, Moto3 Belanda menjadi seri berikutnya yang dinanti. Balapan tersebut bisa menjadi momentum penting bagi Veda untuk kembali ke jalur podium. Namun jika Honda belum menemukan peningkatan signifikan, Veda diperkirakan kembali harus bertarung dalam skenario realistis: menjaga posisi dan memaksimalkan peluang yang ada.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Tegaskan Setiap Rupiah Anggaran Harus Bermanfaat Maksimal
Nadiem Makarim Bacakan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris
KPK Periksa Model Fitri Assiddikki sebagai Saksi Korupsi Dana CSR Bank Indonesia dan OJK
Messi Bangkit dari Gagal Penalti, Bawa Argentina ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026