Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 20 Juni 2026, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut dan menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa luapan air menggenangi rumah-rumah penduduk serta lahan pertanian di beberapa titik yang terdampak.
"Luapan air tersebut menyebabkan banjir yang merendam sejumlah rumah dan lahan pertanian di beberapa wilayah terdampak," ujar Abdul dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan catatan BNPB, banjir melanda empat kecamatan yang mencakup enam desa. Wilayah terdampak meliputi Desa Olaya dan Desa Pombalowo di Kecamatan Parigi, Desa Lebagu di Kecamatan Balinggi, Desa Masari dan Desa Dolago Padang di Kecamatan Parigi Selatan, serta Desa Parigimpu di Kecamatan Parigi Barat. Sedikitnya 146 kepala keluarga (KK) merasakan dampak langsung bencana ini, dan 32 KK di antaranya sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data sementara menunjukkan bahwa Desa Masari mencatat jumlah terdampak tertinggi dengan 70 KK, dan 10 KK di antaranya mengungsi. Sementara itu, di Desa Pombalowo, sebanyak 25 KK terdampak dan 22 KK memilih mengungsi. Desa Dolago Padang melaporkan 50 KK terdampak, sedangkan Desa Parigimpu mencatat satu KK atau enam jiwa yang terkena imbas. Proses pendataan di desa-desa lain yang terdampak masih terus berlangsung.
"Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut," ungkap Abdul.
Banjir juga menyebabkan kerusakan pada 166 unit rumah warga, dengan dua unit di antaranya mengalami rusak ringan. Di sektor pertanian, sekitar 70 hektare lahan persawahan dan dua hektare kebun ikut terendam. Infrastruktur publik pun tak luput dari kerusakan; tiga unit jembatan dilaporkan rusak berat, dan satu saluran air jebol akibat derasnya arus banjir.
Menindaklanjuti bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi terdampak. Abdul menambahkan, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga meliputi selimut, matras atau tikar, serta bantuan logistik berupa bahan pangan dan beras.
"Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan banjir di sejumlah lokasi dilaporkan berangsur surut. Warga yang terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan," jelas dia.
Artikel Terkait
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik hingga Agustus 2026
Ajudan Danrem dan Panitia Jogja Marathon Saling Memaafkan Usai Kesalahpahaman Atribut Lari
Ibu Bonceng Anak di Koja Jadi Korban Lemparan Bom Molotov, Motor Terbakar dan Terjatuh
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Langkah Cegah Pemadaman Listrik di Jawa