Alex Tanque Resmi Tinggalkan PSM Makassar, PSIS Semarang Jadi Calon Pelabuhan Baru

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:30 WIB
Alex Tanque Resmi Tinggalkan PSM Makassar, PSIS Semarang Jadi Calon Pelabuhan Baru

Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer Super League 2026/2027 yang diwarnai pergerakan pemain, satu nama lagi resmi menambah daftar personel yang meninggalkan PSM Makassar. Alex Tanque, striker asal Brasil, mengumumkan langsung bahwa masa baktinya bersama Pasukan Ramang telah usai. Perpisahan itu tidak disampaikan melalui konferensi pers atau pengumuman resmi klub, melainkan melalui unggahan sederhana di akun media sosial pribadinya. Meski singkat, pesan yang ia sampaikan sarat akan makna.

“Saya ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa saya bukan lagi atlet untuk PSM Makassar,” tulis Alex Tanque melalui akun Instagram resminya. Pernyataan itu sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung. Pemain berusia 32 tahun itu juga menyampaikan pesan perpisahan penuh rasa hormat kepada klub dan para suporter yang telah mendukungnya selama ini. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang tanpa terkecuali. Saya akan selalu mendukung kalian. EWAKO PSM Makassar,” lanjutnya.

Kalimat tersebut, meskipun pendek, cukup menggambarkan ikatan yang terjalin selama ia berseragam merah marun. Musim bersama PSM memang bukan perjalanan yang selalu mulus bagi Alex Tanque. Namun, ia tetap menjadi bagian dari skuad yang berjuang melewati kompetisi yang panjang dan penuh tantangan. Kini, setelah resmi berpisah, pertanyaan besar mulai muncul: ke mana langkah karier selanjutnya akan dibawa?

Salah satu klub yang mulai dikaitkan dengan mantan penyerang PSM tersebut adalah PSIS Semarang. Tim berjuluk Mahesa Jenar disebut-sebut membuka peluang untuk melakukan negosiasi guna memperkuat lini depan mereka menghadapi musim baru. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak, kebutuhan PSIS akan sosok penyerang berpengalaman membuat nama Alex Tanque dinilai cukup realistis masuk dalam radar mereka. Jika transfer itu benar-benar terwujud, PSIS akan mendapatkan striker yang telah memahami karakter sepak bola nasional sebuah pengalaman yang kerap menjadi nilai tambah yang tidak bisa diukur hanya melalui statistik semata.

Meski demikian, catatan performa Alex Tanque selama membela PSM tetap menarik untuk dicermati. Sepanjang musim, ia tampil dalam 26 pertandingan, mencetak enam gol, dan menyumbangkan satu assist. Angka tersebut memang belum menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling produktif di kompetisi, tetapi kontribusinya tidak hanya tercermin dari jumlah gol. Sebagai ujung tombak, ia kerap berperan sebagai pemantul serangan dan pembuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan. Statistik menunjukkan ia melepaskan 43 tembakan sepanjang musim, dengan 18 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Rasio tersebut memperlihatkan bahwa dirinya tetap mampu menghadirkan ancaman meski tidak selalu berhasil mengonversi peluang menjadi gol.

Kontribusinya juga terlihat dalam fase pembangunan serangan. Sepanjang musim, Alex Tanque mencatatkan 340 operan dengan 246 di antaranya berhasil mencapai sasaran. Angka itu cukup menunjukkan keterlibatannya dalam permainan tim, terutama ketika PSM mencoba membangun serangan dari lini kedua. Yang menarik, kontribusinya tidak hanya berhenti di area ofensif. Dalam berbagai pertandingan, ia beberapa kali terlihat membantu pertahanan saat tim menghadapi tekanan. Ia mencatatkan sembilan tekel, sembilan intersep, serta 17 clearance sepanjang musim. Data tersebut menggambarkan karakter pemain yang tidak segan bekerja keras untuk kepentingan tim, bahkan ketika tugas tersebut berada di luar peran utama seorang striker.

Tentu saja perjalanan musimnya tidak selalu berjalan sempurna. Intensitas permainan yang tinggi membuatnya beberapa kali terlibat duel keras. Ia tercatat melakukan 26 pelanggaran yang berujung pada tiga kartu kuning dan satu kartu merah. Namun, aspek tersebut juga menunjukkan gaya bermainnya yang agresif dan penuh determinasi.

Bagi PSM Makassar, kepergian Alex Tanque kembali menambah daftar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan manajemen dan pelatih baru, Darije Kalezic. Sebelumnya, sejumlah pemain inti juga telah dikaitkan dengan pintu keluar klub. Situasi ini membuat proses pembentukan skuad musim depan menjadi semakin penting. Darije bukan hanya dituntut mempertahankan pemain yang masih menjadi bagian dari rencana tim, tetapi juga harus menemukan sosok pengganti yang mampu memberikan kontribusi setara bagi Pasukan Ramang.

Sementara bagi Alex Tanque, perpisahan dengan PSM bisa menjadi awal dari tantangan baru. Di usia 32 tahun, ia masih memiliki pengalaman dan kualitas yang dapat dimanfaatkan klub-klub yang membutuhkan sosok striker matang di lini depan. PSIS Semarang mungkin menjadi salah satu tujuan yang paling memungkinkan. Namun, dalam bursa transfer yang selalu dinamis, berbagai kemungkinan lain juga masih terbuka. Yang pasti, satu bab telah resmi ditutup. Kebersamaan Alex Tanque dengan PSM Makassar kini menjadi bagian dari sejarah perjalanan kariernya. Dan seperti banyak pemain asing yang pernah singgah di Kota Daeng, ia meninggalkan Makassar dengan ucapan sederhana namun penuh makna: “Saya akan selalu mendukung kalian. EWAKO PSM Makassar.”

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar