IHSG Terkoreksi 0,73 Persen ke Level 6.127, Sektor Kesehatan Paling Tertekan

- Jumat, 19 Juni 2026 | 13:35 WIB
IHSG Terkoreksi 0,73 Persen ke Level 6.127, Sektor Kesehatan Paling Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan, Jumat (19/6/2026), dengan koreksi sebesar 0,73 persen ke level 6.127,32. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang telah membayangi bursa saham domestik dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak awal perdagangan, indeks langsung dibuka di zona merah pada posisi 6.161, sebelum akhirnya menyentuh titik terendah harian di level 6.117,31. Tekanan jual yang cukup deras membuat indeks kesulitan untuk bangkit hingga bel akhir sesi pertama.

Sepanjang perdagangan siang ini, tercatat sebanyak 311 saham berhasil menguat, sementara 374 saham lainnya justru tertekan ke zona merah. Adapun 274 saham lainnya bergerak stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp8,23 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 12,76 miliar saham.

Mayoritas indeks sektoral pun kompak berada di bawah tekanan. Sektor kesehatan menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi tajam sebesar 2,43 persen. Disusul sektor properti yang melemah 1,78 persen, sektor industri 1,37 persen, dan sektor bahan baku yang turun 1,03 persen. Sementara itu, sejumlah indeks seperti LQ45, IDX30, JII, ISSI, dan SRI-KEHATi juga bertahan di zona merah.

Di sisi lain, hanya sektor nonsiklikal yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,12 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih cenderung selektif dan memilih sektor yang lebih defensif di tengah ketidakpastian pasar.

Dari jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memimpin dengan lonjakan 25,86 persen. Disusul PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang naik 25 persen, dan PT Natura City Developments Tbk (CITY) yang menguat 18,62 persen.

Sebaliknya, posisi top losers dihuni oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang anjlok 14,96 persen, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) yang merosot 12,50 persen, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang terpangkas 10,41 persen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar