Brasil mengincar kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 saat berhadapan dengan Haiti di Lincoln Financial Field, Philadelphia, besok pagi. Meski di atas kertas pertandingan ini bagaikan pertarungan Daud melawan Goliat, Tim Samba enggan sesumbar.
Sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia, Brasil menyadari bahwa status favorit tidak menjamin segalanya. Apalagi, Haiti baru tampil untuk kedua kalinya di turnamen ini sebuah fakta yang justru membuat Selecao harus ekstra waspada.
Hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Maroko di laga perdana Grup C membuat tim asuhan Carlo Ancelotti babak belur diterjang kritik. Kini, banyak pertanyaan muncul mengenai kemampuan mereka untuk mengangkat gelar juara dunia keenam.
Juara lima kali itu nyaris tumbang di pertandingan pembuka. Mereka selamat dari kekalahan berkat gol Vinicius Junior yang menyamakan kedudukan setelah Ismael Saibari memberi Maroko keunggulan di babak pertama. Sepanjang laga, Selecao tampak tertekan dan kehabisan ide.
Dalam waktu yang lama, Maroko terlihat lebih tajam, lebih berani, dan lebih koheren. Brasil pun dianggap sangat lega bisa lolos dari kekalahan dan membawa pulang satu poin.
Saat ini, Brasil berada di urutan ketiga klasemen Grup C. Mereka tidak punya lagi ruang untuk tersandung. Ancelotti pun menginginkan penampilan yang berbeda dan hasil yang lebih baik.
“Saya mengharapkan awal yang lebih baik. Tapi hal-hal bisa terjadi. Sekarang saya akan fokus pada pertandingan berikutnya,” kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu menyoroti seringnya Brasil kalah dalam duel dan gagal mendikte permainan. “Kami kalah dalam banyak duel dan penguasaan bola. Kami seharusnya bisa lebih mengontrol permainan,” ujarnya.
Bek Brasil, Douglas Santos, menegaskan bahwa timnya tidak boleh meremehkan Haiti setelah hasil imbang yang mengecewakan. “Kita tidak boleh berpikir bahwa ini Haiti dan kita akan mengalahkan mereka dengan selisih besar. Kita harus tetap rendah hati dan tahu bahwa tiga poin adalah hal terpenting saat ini,” kata Douglas Santos dalam konferensi pers di New Jersey.
Haiti, yang bermain di Piala Dunia pertama mereka sejak 1974, kalah 1-0 dari Skotlandia dalam pertandingan ketat di Boston. Douglas Santos mengaku sudah menyaksikan laga itu dan memahami kekuatan lawan.
“Mereka adalah tim yang kuat secara fisik, dengan intensitas yang, dari apa yang saya lihat saat melawan Skotlandia, menunjukkan bahwa mereka sangat kompetitif. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, dan hal pertama yang harus kita pikirkan adalah menang,” kata Douglas Santos.
Meski menunjukkan respek tinggi, bek kiri Zenit Saint Petersburg itu yakin Selecao akan meningkat di laga ini. “Kita harus siap secara emosional dan fisik untuk dapat memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Secara statistik, Brasil unggul telak. Mereka telah menghadapi Haiti tiga kali sebelumnya dan mencatatkan tiga kemenangan dengan total 17 gol. Pertemuan terakhir terjadi di Copa America 2016, di mana Brasil menang 7-1.
Namun, Haiti menunjukkan perkembangan luar biasa saat menghadapi Skotlandia. Meski kalah 0-1 setelah dijebol John McGinn di babak pertama, mereka memberikan perlawanan sengit hingga akhir laga. Bahkan, di menit ke-85, sundulan Frantzdy Pierrot nyaris menyamakan kedudukan sebelum kembali mengancam di waktu tambahan.
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, mengatakan timnya bisa menghadapi siapa pun dan tidak mustahil menang. “Ketika Anda memainkan pertandingan, yang Anda coba lakukan adalah menang,” katanya.
Migne membandingkan situasi timnya dengan kampanye kualifikasi Piala Dunia, ketika Haiti harus menunggu hingga pertandingan terakhir melawan Nikaragua untuk memastikan kelolosan. “Bagi Haiti, tidak ada yang mudah. Jika kita ingin lolos, itu akan menjadi perjuangan, dan mungkin itu akan terjadi di beberapa menit terakhir pertandingan ketiga,” tegasnya.
Juru taktik berusia 53 tahun itu berharap timnya bisa mengurangi kesalahan dan tampil lebih tajam. “Kami harus mencetak beberapa gol jika ingin memiliki peluang untuk lolos,” tandasnya.
Di kubu Brasil, Neymar masih diragukan tampil. Selain sang kapten, Ancelotti tidak memiliki masalah pemain. Namun, melihat performa melawan Maroko, Brasil diperkirakan akan melakukan sejumlah perubahan. Danilo dan Alex Sandro kemungkinan masuk ke lini pertahanan. Fabinho, Luiz Henrique, dan Matheus Cunha juga mungkin dimasukkan, sehingga Casemiro, Lucas Paqueta, dan Igor Thiago kemungkinan duduk di bangku cadangan.
Sementara itu, Haiti berpotensi memasukkan Josue Casimir ke tim inti setelah pertandingan melawan Skotlandia, dengan Frantzdy Pierrot kemungkinan bergeser ke bangku cadangan. Wilson Isidor, yang telah mencetak dua gol dalam lima penampilan untuk Haiti, diperkirakan tetap bermain. Louicius Deedson juga diprediksi kembali mendapat tempat.
Artikel Terkait
Kasir Perusahaan di Pelalawan Ditikam Berkali-kali Usia Tolak Serahkan Kunci Brankas, Pelaku Gasak Rp76 Juta
Iran Belum Pastikan Keberangkatan Delegasi ke Swiss untuk Peresmian Kesepakatan dengan AS
OJK: Mayoritas Indikator Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia Kokoh, Dua Kriteria Masih Perlu Perbaikan
Suami Tusuk Istri Pakai Obeng Saat Ambil Rapor Anak di Semarang, Pelaku dan Korban Sedang Proses Cerai