Fraksi NasDem Soroti Absennya Sektor Pariwisata dari Delapan Prioritas Nasional APBN 2027

- Kamis, 18 Juni 2026 | 12:45 WIB
Fraksi NasDem Soroti Absennya Sektor Pariwisata dari Delapan Prioritas Nasional APBN 2027

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi NasDem, Rico Sia, menyoroti delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang dipaparkan pemerintah untuk tahun anggaran 2027. Ia menyayangkan absennya sektor pariwisata dari daftar prioritas tersebut, meskipun sektor ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Dalam rapat panitia kerja dengan pemerintah di Banggar DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026), Rico menyampaikan keprihatinannya secara langsung. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat di daerah tujuan wisata.

"Tadi saya simak bahwa pariwisata ini sama sekali tidak ada di PSN yang delapan itu. Sementara, tentunya PNBP yang mana dapat mengangkat PNBP nasional, dan juga daerah penghasilan untuk masyarakat di sana," ujar Rico.

Menurut Rico, sektor pariwisata sangat membutuhkan dukungan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Alasannya, sebagian besar daerah tidak memiliki kapasitas fiskal yang memadai untuk mengembangkan potensi wisata secara mandiri. Ia pun meminta agar alokasi DAK untuk daerah pemilihannya, Papua Barat Daya, dapat ditingkatkan secara signifikan.

"Tentu dibutuhkan dana DAK. Kenapa? Karena daerah tidak mampu untuk ini, uangnya tidak cukup. Oleh karenanya, saya mohon dapil Papua Barat Daya terkait DAK-nya bisa ditambahkan yang cukup signifikan," ucap dia.

Rico menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor strategis yang tidak boleh diabaikan. Ia mencontohkan Raja Ampat, salah satu destinasi unggulan di Papua Barat Daya, yang kini telah menjelma menjadi ikon wisata kelas dunia. Potensi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan perhatian serius dari pemerintah pusat.

"Karena sekali lagi, Raja Ampat sebagai potensi dunia yang, puji Tuhan alhamdulillah, sekarang sudah makin besar, makin banyak. Bahkan tiket pesawat naik karena pesawat penuh," ujar dia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar