IHSG Dibuka Melemah 0,99 Persen ke Level 6.159, Ikuti Tekanan Bursa Global

- Kamis, 18 Juni 2026 | 09:45 WIB
IHSG Dibuka Melemah 0,99 Persen ke Level 6.159, Ikuti Tekanan Bursa Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Berdasarkan data RTI yang dihimpun hingga pukul 09.20 WIB, indeks utama bursa saham nasional itu tercatat melemah 61,670 poin atau setara 0,99 persen ke level 6.159,070. Posisi tertinggi indeks sempat menyentuh angka 6.197, sementara level terendahnya berada di 6.120.

Sebanyak 211 saham tercatat menguat pada awal sesi perdagangan pagi ini. Di sisi lain, jumlah saham yang melemah lebih dominan dengan 325 saham, sementara 172 saham lainnya bergerak stagnan. Total transaksi yang terekam mencapai Rp2,164 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,044 miliar saham. Kapitalisasi pasar bursa saat ini tercatat sebesar Rp10.743,376 triliun.

Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan tekanan yang datang dari bursa global. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat, Wall Street ditutup melemah pada Rabu, 17 Juni 2026, setelah investor memperkirakan langkah Federal Reserve berikutnya adalah kenaikan suku bunga. Indeks Dow Jones turun 0,98 persen, S&P 500 melemah 1,21 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,34 persen.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia justru menunjukkan penguatan pada hari yang sama. Indeks Hang Seng tercatat turun tipis 0,74 persen, sedangkan Nikkei melonjak 0,72 persen dan Shanghai menguat 0,40 persen. IHSG sendiri pada Rabu lalu ditutup melemah 0,55 persen ke posisi 6.220,74, dengan catatan net buy asing sebesar Rp2,50 triliun.

Memasuki perdagangan Kamis pagi, bursa Asia kembali menunjukkan sinyal positif. Kospi dan Nikkei sama-sama dibuka menguat, masing-masing sebesar 0,68 persen dan 1,89 persen. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pergerakan IHSG ke depannya.

“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak lebih tinggi didukung sentimen positif dari pembukaan kuat di pasar regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags