Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Berdasarkan data RTI yang dihimpun hingga pukul 09.20 WIB, indeks utama bursa saham nasional itu tercatat melemah 61,670 poin atau setara 0,99 persen ke level 6.159,070. Posisi tertinggi indeks sempat menyentuh angka 6.197, sementara level terendahnya berada di 6.120.
Sebanyak 211 saham tercatat menguat pada awal sesi perdagangan pagi ini. Di sisi lain, jumlah saham yang melemah lebih dominan dengan 325 saham, sementara 172 saham lainnya bergerak stagnan. Total transaksi yang terekam mencapai Rp2,164 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,044 miliar saham. Kapitalisasi pasar bursa saat ini tercatat sebesar Rp10.743,376 triliun.
Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan tekanan yang datang dari bursa global. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat, Wall Street ditutup melemah pada Rabu, 17 Juni 2026, setelah investor memperkirakan langkah Federal Reserve berikutnya adalah kenaikan suku bunga. Indeks Dow Jones turun 0,98 persen, S&P 500 melemah 1,21 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,34 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa Asia justru menunjukkan penguatan pada hari yang sama. Indeks Hang Seng tercatat turun tipis 0,74 persen, sedangkan Nikkei melonjak 0,72 persen dan Shanghai menguat 0,40 persen. IHSG sendiri pada Rabu lalu ditutup melemah 0,55 persen ke posisi 6.220,74, dengan catatan net buy asing sebesar Rp2,50 triliun.
Memasuki perdagangan Kamis pagi, bursa Asia kembali menunjukkan sinyal positif. Kospi dan Nikkei sama-sama dibuka menguat, masing-masing sebesar 0,68 persen dan 1,89 persen. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pergerakan IHSG ke depannya.
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak lebih tinggi didukung sentimen positif dari pembukaan kuat di pasar regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Artikel Terkait
Kakorlantas: ODOL Bukan Pelanggaran Biasa, Melainkan Ancaman Langsung bagi Keselamatan Jiwa
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempar Botol dan Batu ke Aparat
BSDE Kembali Tak Bagikan Dividen untuk Tahun Buku 2025, Laba Ditahan Demi Ekspansi Properti
AS dan Iran Teken MoU 14 Poin di Swiss, Hentikan Operasi Militer dan Buka Kembali Selat Hormuz