Kemenangan perdana di babak kualifikasi diraih Inggris saat menghadapi Kroasia pada laga perdana Grup L. Tim asuhan Thomas Tuchel sukses membungkam lawannya dengan skor telak 4-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Arlington.
Meski hasil akhir berpihak pada timnya, pelatih asal Jerman itu tidak bisa menyembunyikan rasa lega. Dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live usai laga, Tuchel mengakui bahwa tekanan pada pertandingan pertama sangat besar. “Ya, senang dan juga lega. Tentu saja, karena ada banyak tekanan pada pertandingan pertama dan Anda ingin memulai dengan baik,” ujarnya.
Tuchel menilai Kroasia bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Ia menyebut tim lawan sebagai salah satu kekuatan besar di sepak bola dunia. “Ini lawan yang besar dan tim peringkat 10 besar di dunia,” katanya.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengungkapkan bahwa pertandingan tersebut sarat emosi bagi anak asuhnya. “Kami ingin membuktikan sesuatu dan itu cukup emosional. Naik turun dan butuh waktu untuk beradaptasi, terutama di babak pertama,” lanjutnya.
Di balik rasa syukur atas kemenangan, Tuchel tetap menyoroti sejumlah kelemahan yang tampak dalam permainan timnya. Ia mengkritik pengambilan keputusan para pemain saat menguasai bola yang dinilainya belum berada di level tertinggi. “Pengambilan keputusan kami saat menguasai bola tidak berada di level tertinggi, kami kesulitan menemukan ritme,” ujarnya.
Ia kemudian merinci berbagai kekurangan yang terlihat selama pertandingan. “Ketika kami bisa bermain umpan pendek, kami bermain umpan panjang, dan ketika kami bisa bermain umpan panjang, kami bermain umpan pendek. Kami tidak akurat dalam umpan kami. Terkadang kami lambat dalam pengambilan keputusan. Agak naik turun. Bahkan tanpa bola, kami tidak terhubung sebagaimana mestinya. Kami tidak melakukan pressing dengan benar 100 persen,” paparnya.
Lebih jauh, Tuchel menyoroti kecenderungan timnya untuk bermain defensif setelah unggul. “Dan juga kami unggul dua kali, dan rasanya kami sekarang memiliki sesuatu untuk dilindungi, dan kami selalu mundur untuk melindungi sesuatu yang juga bukan diri kami,” tegasnya.
Artikel Terkait
Marc Marquez Bidik Rekor Baru di MotoGP Ceko 2026, Aprilia Incar Kebangkitan
Pemerintah Pastikan Kesiapan Teknis B50, Target Berlaku Juli 2026
Pertamina Awards 2026: Inovasi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat hingga Limbah Makanan untuk Alat Bor Hemat Rp81 Miliar
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki Usai Tekel Keras saat Timnya Hajar Qatar 6-0