Portura: Laboratorium Musik Liar Iga Massardi dan Fathia Izzati
Ada proyek musik baru yang mulai ramai diperbincangkan. Namanya Portura. Menghadirkan Iga Massardi, Fathia Izzati, Enrico, Bilal Indrajaya, dan Coki dalam satu panggung. Mereka bilang ini bukan sekadar kolaborasi biasa.
Bayangkan saja, ini seperti ruang bermain tanpa aturan. Wadah bagi para musisi untuk meleburkan identitas masing-masing tanpa beban. Iga dengan gamblang menyebut Portura sebagai "laboratorium energi".
"Buat saya, Portura itu bukan cuma proyek musik," ujar Iga di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (17/11) lalu. Suasana konferensi pers Lintas Resonan cukup hangat. "Tempat kita semua bisa main dengan jujur, tanpa pretensi, tanpa tembok antar band."
Memang, setiap personel yang terlibat punya warna dan sejarah musiknya sendiri-sendiri. Tapi justru di situlah menariknya. Menurut Iga, mereka sengaja menghancurkan batas-batas itu. Ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar fresh, tidak terkotak-kotak dalam genre tertentu.
Kalau ditanya satu kata yang paling pas menggambarkan Portura? Iga tanpa ragu menjawab: "kebebasan".
Di sisi lain, meski masih dalam tahap pengembangan, konsep kebebasan dan eksplorasi yang diusung Portura sudah bikin penasaran banyak orang. Gimana nggak? Lihat saja deretan nama yang terlibat - semuanya punya ciri khas kuat. Tapi justru itulah yang membuat proyek ini menarik untuk diikuti perkembangannya.
"Di panggung ini, musik bisa jadi liar, tapi juga jujur," tutup Iga. Ya, seperti itulah kira-kira gambaran Portura ke depannya.
Artikel Terkait
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen
Richard Lee Diperiksa 12 Jam sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen