Pemerintah pusat dan daerah memperkuat komitmen untuk menghadirkan sistem pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan pemerintah provinsi, salah satunya Jawa Timur, guna memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, MURIANETWORK.COM Riza Ul Haq, menekankan pentingnya keseimbangan kebijakan antara peran negara dan partisipasi masyarakat dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran historis dalam mencerdaskan bangsa, bahkan sejak sebelum kemerdekaan. Oleh karena itu, dalam pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), pemerintah mendorong perubahan paradigma dengan menempatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis yang setara dengan negara. Pernyataan itu disampaikan Fajar di Surabaya, Selasa, 16 Juni 2026.
Kebijakan afirmatif pun diperkuat, salah satunya dengan memperbolehkan guru ASN PPPK kembali mengajar di sekolah swasta asal mereka. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas pembelajaran sekaligus mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sekolah swasta yang selama ini kerap menjadi kendala.
Di tingkat daerah, dukungan konkret ditunjukkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program beasiswa bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan, sebanyak 79 ribu kursi telah disiapkan di sekolah swasta agar siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan. Sementara itu, penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi dinilai mampu menciptakan seleksi yang lebih objektif dan transparan, sekaligus meminimalkan praktik kecurangan administratif.
Pemerintah juga mendorong percepatan revitalisasi sekolah melalui skema swakelola. Dengan melibatkan langsung satuan pendidikan, program ini terbukti efektif dan akuntabel, bahkan melampaui target dengan lebih dari 16 ribu sekolah berhasil direnovasi.
“Sinergi pusat dan daerah ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa,” pungkas Fajar.
Artikel Terkait
Dua Pemuda Babak Belur Dihakimi Warga Usai Gagal Curi Motor di Parung Panjang
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Dinilai Jadi Katalis Positif Aliran Dana Asing
Kebakaran Rumah di Kemayoran, 18 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Pendinginan
Dua Kapal Perang Jerman Mulai Melintasi Terusan Suez Menuju Persiapan Misi Sapu Ranjau di Selat Hormuz