PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan dengan menghimpun dana segar hingga Rp450 miliar melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I, atau yang lebih dikenal sebagai rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak 900 juta saham baru kepada para pemegang saham. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Senin, 15 Juni 2026, harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp500 per lembar saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan itu setara dengan 33,33 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue rampung dilaksanakan.
Untuk memastikan seluruh saham baru terserap, perseroan telah menunjuk sejumlah pihak sebagai pembeli siaga atau standby buyer. Langkah ini diambil apabila tidak seluruh saham baru dibeli oleh pemegang saham yang memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam skema tersebut, PT Sarana Steel (PTSS) selaku pihak terafiliasi dan Ibnu Susanto sebagai pemegang saham pengendali berkomitmen untuk membeli sisa saham yang tidak terserap pasar.
Kedua pihak tersebut siap menyerap hingga 743,94 juta saham dengan nilai maksimal sekitar Rp371,97 miliar. Dari jumlah itu, PT Sarana Steel mengambil porsi hingga Rp310 miliar, sementara Ibnu Susanto sebesar Rp61,97 miliar. Komitmen ini menunjukkan adanya dukungan penuh dari pemegang saham utama terhadap rencana restrukturisasi keuangan perseroan.
Perseroan menetapkan 31 Agustus 2026 sebagai batas akhir pelaksanaan HMETD. Manajemen mengingatkan bahwa hak yang tidak digunakan setelah tanggal tersebut akan kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki nilai. Oleh karena itu, pemegang saham diimbau untuk mencermati jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Mayoritas dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Manajemen mengungkapkan, sekitar 98,96 persen dari dana bersih akan dialokasikan untuk melunasi seluruh utang perseroan kepada PT Sarana Steel. Sementara itu, sekitar 1,04 persen sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, terutama untuk mendukung pembelian bahan baku guna menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Artikel Terkait
DBS Nilai BCA Bank Paling Defensif di Tengah Ketidakpastian Pasar, Rekomendasi Beli Dipertahankan
Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Singapura untuk Percepat Transformasi Kota Global
IHSG Dibuka Menguat 1,30 Persen ke Level 6.336, Didorong Sentimen Positif Global
Tukang Cat Duco di Senen Ditangkap Polisi Usai Diduga Peras Petugas Pasang Billboard, Hasil Tes Urine Positif Narkoba