Libur Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta tahun lalu ternyata tak hanya ramai oleh wisatawan. Langit di atasnya justru lebih sibuk lagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, dalam rentang 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihantam oleh 2.377 kali sambaran petir. Angka yang cukup fantastis, bukan?
Menurut Ayu K. Ekarsti, Kepala Humas BMKG Stasiun Geofisika, semua sambaran yang terekam itu adalah jenis petir awan-ke-tanah. Jadi, bukan sekadar kilatan di angkasa, melainkan benar-benar menyentuh bumi.
“Aktivitas petir tertinggi pada periode ini terdapat di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 1.333 sambaran,” jelas Ayu ketika dihubungi media pada Sabtu, 3 Januari.
Dari data itu, Gunungkidul memang jadi juaranya. Daerah lain tertinggal cukup jauh. Sleman mencatat 457 sambaran, disusul Kulon Progo dengan 304, dan Bantul 269. Sementara Kota Yogyakarta relatif lebih aman, ‘hanya’ mengalami 15 kali sambaran.
Nah, puncak keramaian ini terjadi tepat di Hari Tahun Baru, 1 Januari 2026. Bayangkan, dalam satu hari itu saja ada 1.854 sambaran yang menghujani wilayah DIY. Suasana pergantian tahun benar-benar diiringi oleh pertunjukan cahaya dan bunyi yang luar biasa dahsyat.
Artikel Terkait
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?