Jemaah Haji Multazam Utama Haru dan Syukur saat Tawaf Ifadah di Masjidil Haram

- Jumat, 29 Mei 2026 | 13:15 WIB
Jemaah Haji Multazam Utama Haru dan Syukur saat Tawaf Ifadah di Masjidil Haram

Suasana haru dan syukur menyelimuti para jemaah haji khusus Multazam Utama saat melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, meski kondisi fisik mereka mulai terkuras setelah menjalani rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sejak bakda subuh, para jemaah telah bersiap menuju Masjidil Haram untuk memanfaatkan suasana pagi yang masih teduh. Mereka berharap ibadah dapat berjalan lebih nyaman dan khusyuk. Berbeda dengan tawaf-tawaf sebelumnya, pada momen Tawaf Ifadah ini jemaah sudah diperbolehkan mengenakan pakaian bebas dan tidak lagi menggunakan pakaian ihram.

Bagi jemaah Multazam Utama, Tawaf Ifadah bukan sekadar menjalankan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Momen ini justru menjadi refleksi mendalam. Isak tangis dan rasa haru pecah saat para jemaah berjalan mengelilingi Kakbah sembari memanjatkan doa serta zikir.

"Rasa sedih muncul karena kita akan meninggalkan Tanah Suci, namun di sisi lain ada tantangan bagaimana cara kita mempertahankan kemabruran setelah ini," ungkap Hekal, salah satu jemaah haji Multazam Utama, Jumat (29/5/2026).

Selain ungkapan syukur atas karunia bisa berhaji tahun ini, para jemaah juga menyelipkan doa bagi keluarga dan kerabat mereka. Mereka berharap orang-orang terdekat dimampukan oleh Allah untuk berkunjung ke Baitullah di masa depan.

"Harapannya kami ingin kembali lagi ke sini untuk ziarah, tawaf, dan sai, mungkin nanti bersama keluarga kami," ujar Meka, jemaah lainnya.

Setelah menuntaskan tujuh putaran Tawaf Ifadah, jemaah langsung melanjutkan prosesi dengan Sai sebagai bagian dari penyempurnaan rangkaian ibadah haji. Meski lelah usai menjalani wukuf, mabit, dan lempar jumroh, semangat jemaah tetap terjaga demi menyelesaikan seluruh rukun haji dengan sempurna.

Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah bahwa meski perjalanan di Makkah akan berakhir, nilai-nilai ibadah dan kenangan spiritual yang didapat diharapkan terus melekat dalam kehidupan sehari-hari saat kembali ke Tanah Air.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar