Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan lampu hijau bagi seluruh prajurit untuk turun tangan menangani aksi begal yang marak terjadi di sejumlah wilayah. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengungkapkan bahwa tidak ada instruksi khusus yang diterbitkan Panglima untuk operasi pemberantasan begal secara terstruktur. Namun, izin diberikan agar setiap prajurit yang berada di lapangan dapat mengambil peran aktif membantu Polri.
“Tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal, namun menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri,” kata Nas dalam pernyataannya, Rabu (27/5/2026).
Meski demikian, Nas menegaskan bahwa keterlibatan TNI memiliki batasan yang jelas. Prajurit tidak akan terlibat langsung dalam proses penangkapan, penindakan hukum, hingga pemeriksaan terhadap pelaku begal. Kehadiran mereka, menurut dia, hanya sebatas memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman aksi kriminal tersebut.
Sementara itu, untuk menghindari tumpang tindih tugas antara TNI dan Polri di lapangan, koordinasi akan diperkuat. Nas memastikan sinergi kedua institusi akan berjalan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
“TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.
Latar belakang keputusan ini tak lepas dari meningkatnya aksi begal di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Di ibu kota, wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu lokasi yang kerap dilaporkan mengalami kejadian begal dalam beberapa waktu terakhir.
Artikel Terkait
Beban Subsidi Energi Tembus Rp313 Triliun, Pemerintah Dorong Konversi ke Gas Bumi
KBRI Roma Bagikan Bingkisan Daging Kurban Perdana ke 170 Jamaah Iduladha
Konversi LPG ke CNG Berpotensi Hemat Devisa Hingga USD6 Miliar, Namun Infrastruktur dan Biaya Jadi Tantangan
Sapi Limosin 1,2 Ton Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karawang Sempat Stres Nyaris Serang Petugas