Harga Emas Antam Melemah, IHSG Menguat di Tengah Optimisme Pasar dan Penyaluran BPNT Tahap Kedua

- Minggu, 24 Mei 2026 | 09:45 WIB
Harga Emas Antam Melemah, IHSG Menguat di Tengah Optimisme Pasar dan Penyaluran BPNT Tahap Kedua

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) tercatat melemah pada perdagangan awal pekan, turun Rp5.000 menjadi Rp2.764.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Pelemahan ini juga diikuti oleh penurunan harga buyback yang merosot Rp7.000 per gram. Kondisi tersebut menjadi salah satu dari rangkaian berita ekonomi yang menarik perhatian pembaca sepanjang sepekan terakhir.

Di sektor bantuan sosial, pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua senilai Rp600 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada bulan ini. Pencairan bantuan tersebut dapat dicek secara mandiri oleh masyarakat melalui perangkat gawai masing-masing untuk memastikan status sebagai penerima manfaat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan efisiensi terhadap alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditempuh untuk memastikan tata kelola keuangan negara berjalan lebih tepat sasaran di masa mendatang. Dalam kesempatan terpisah, Purbaya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat.

Menurutnya, optimisme tersebut didasari oleh pemahaman investor terhadap dampak pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus yang menangani sektor ekspor. Purbaya meyakini, ketika para pelaku pasar mulai memahami arah kebijakan tersebut, IHSG akan bergerak menuju zona positif.

Keyakinan itu tampaknya mulai terbukti. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG berhasil melesat ke zona hijau dengan penguatan sebesar 1,10 persen ke level 6.162. Kinerja indeks saham tersebut terpantau perkasa dan menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar menjelang pekan berikutnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags