Ahli Pastikan Air Soda Tidak Sebabkan Kanker Usus Besar, Faktor Risiko Utama Justru Gaya Hidup

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 02:20 WIB
Ahli Pastikan Air Soda Tidak Sebabkan Kanker Usus Besar, Faktor Risiko Utama Justru Gaya Hidup

Perdebatan mengenai apakah air soda meningkatkan risiko kanker usus besar masih terus bergulir di masyarakat. Banyak pihak menganggap air soda atau sparkling water lebih sehat dibandingkan minuman bersoda manis, namun belakangan minuman ini ikut dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal.

Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa air soda secara langsung menyebabkan kanker kolorektal atau kanker usus besar. Sebuah penelitian di Jepang sempat meneliti hubungan antara sparkling water dengan pertumbuhan sel kanker, namun hasilnya belum cukup untuk menarik kesimpulan definitif.

Para ahli gastroenterologi menjelaskan bahwa sparkling water pada dasarnya hanyalah air yang diberi tambahan karbon dioksida untuk menghasilkan gelembung. Jika tidak mengandung gula tambahan atau bahan tertentu dalam jumlah berlebih, minuman ini masih dinilai aman dikonsumsi secara wajar.

Faktor risiko utama kanker kolorektal justru lebih banyak berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Mulai dari konsumsi daging olahan, alkohol, kebiasaan merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa.

Sementara itu, air soda tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab kanker usus besar. Meski demikian, beberapa orang memang bisa mengalami efek samping ringan setelah mengonsumsi sparkling water.

Efek yang paling umum muncul adalah perut terasa kembung atau tidak nyaman akibat karbonasi dalam minuman. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan risiko kanker kolorektal yang memerlukan kajian lebih mendalam.

Para ahli mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kandungan dalam minuman soda maupun sparkling water. Sebagian produk mengandung tambahan gula, pemanis buatan, atau sodium tinggi yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Di sisi lain, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar