Persija Jakarta mulai menyusun rencana besar untuk musim depan. Setelah melalui musim yang diwarnai inkonsistensi, klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan tengah membangun fondasi baru dengan nuansa Amerika Latin yang kental. Tiga nama kini masuk dalam pusaran rencana tersebut: Allano Lima, Victor Luiz, dan Mariano Peralta. Jika ketiganya benar-benar bersatu di Jakarta, Persija tidak hanya akan mendapatkan tambahan kualitas individu, tetapi juga identitas permainan yang lebih agresif, cepat, dan kreatif.
Nama Mariano Peralta menjadi sorotan paling tajam. Winger milik Borneo FC Samarinda itu tampil impresif sepanjang Liga Super 2025/2026. Dari 33 pertandingan, pemain asal Argentina tersebut mencatatkan 18 gol dan 13 assist catatan yang membuatnya masuk dalam kandidat pemain terbaik musim ini. Namun, Peralta bukanlah tipe winger biasa. Ia mampu bermain melebar, menusuk ke tengah, bahkan berperan sebagai second striker. Mobilitas tinggi dan keberaniannya menyerang ruang kosong menjadikannya salah satu pemain paling sulit dihentikan musim ini.
Efektivitasnya juga terlihat dari statistik. Dari 79 tembakan yang dilepaskan, 51 di antaranya tepat sasaran. Angka itu menunjukkan kualitas penyelesaian akhirnya berada di level tertinggi kompetisi. Menariknya, Peralta juga aktif membantu pertahanan dengan mencatatkan 29 tekel dan 25 intersepsi sesuatu yang jarang dimiliki winger ofensif. Karakter seperti itu jelas cocok dengan kebutuhan Persija yang musim ini sering kehilangan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Sementara itu, nama Allano Lima sudah lebih dulu menjadi fondasi penting lini serang Macan Kemayoran. Pemain asal Brasil itu perlahan menjelma menjadi motor kreativitas Persija lewat kombinasi kecepatan, teknik, dan kemampuan membuka ruang. Musim ini, Allano tampil produktif dengan torehan tujuh gol dan sembilan assist. Kemenangan 3-0 atas Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu menjadi contoh bagaimana ia mampu menjadi pembeda lewat satu gol dan satu assist.
Kini, Persija tampaknya ingin membangun lini serang yang lebih eksplosif dengan memasangkan Allano bersama Peralta. Dua pemain dengan karakter menyerang dinamis itu bisa menciptakan variasi serangan yang selama ini belum dimiliki Macan Kemayoran secara konsisten. Namun, proyek Latin Persija tidak berhenti di lini depan. Nama Victor Luiz juga mulai menguat sebagai target utama untuk memperbaiki sektor bek kiri.
Pemain milik PSM Makassar itu menjadi salah satu fullback paling produktif musim ini dengan catatan sembilan assist. Victor Luiz menawarkan sesuatu yang selama ini dibutuhkan Persija: agresivitas dari sisi lapangan. Ia bukan hanya kuat bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan lewat overlap dan umpan silang akurat. Kehadirannya bisa menjadi pasangan ideal bagi pemain-pemain ofensif seperti Allano dan Peralta. Rumor yang berkembang bahkan menyebut Persija siap menebus kontraknya demi mengamankan transfer lebih cepat sebelum disaingi klub lain seperti Persib Bandung dan Persebaya.
Jika trio Latin ini benar-benar berkumpul, Persija berpotensi memiliki wajah baru musim depan: permainan cepat, agresif di sisi lapangan, dan lebih tajam dalam transisi menyerang. Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah proyek besar Macan Kemayoran ini cukup untuk menghentikan dominasi Persib Bandung? Jawabannya mungkin baru terlihat musim depan. Namun, satu hal mulai terasa jelas Persija sedang membangun sesuatu yang jauh lebih serius dibanding sekadar perubahan biasa di bursa transfer.
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat Landa Kantor Bupati Bulungan, Sejumlah Ruangan Ludes
PTUN Jakarta Tolak Gugatan Ali Wongso Soal Kepengurusan SOKSI Kubu Misbakhun
Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dan Mekanisme PBB untuk Lindungi WNI yang Ditahan Israel
Kejari Serang Bongkar Pungli di BPN Kota Serang, Enam Pejabat Jadi Tersangka