Forum Zakat (FOZ) mengecam keras tindakan pencegatan dan pembajakan terhadap 40 kapal kemanusiaan di perairan internasional. Organisasi yang menghimpun lembaga amil zakat ini menuntut agar seluruh armada beserta muatan bantuan dari rakyat Indonesia dikembalikan dalam keadaan utuh, sehingga misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina dapat segera dilanjutkan.
Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, menyatakan bahwa pihaknya mendesak pembebasan segera sembilan aktivis kemanusiaan Indonesia yang turut ditahan dalam insiden tersebut. Lebih dari itu, FOZ meminta otoritas Israel untuk membebaskan tanpa syarat seluruh delegasi kemanusiaan yang berjumlah lebih dari 100 orang.
"Keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab mutlak pihak yang saat ini menahan mereka," ujar Wildhan dalam konferensi pers terkait laporan krisis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Di sisi lain, FOZ mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi darurat. Melalui Kementerian Luar Negeri, organisasi ini meminta agar dilakukan tindakan tegas dan progresif di berbagai forum global guna memastikan keselamatan dan pembebasan para aktivis. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
FOZ bersama elemen kemanusiaan lainnya telah dan terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri RI serta tim Global Sumud Flotilla. Koordinasi ini bertujuan memantau perkembangan situasi dan mengupayakan pembebasan segera bagi seluruh aktivis yang ditahan.
Wildhan juga menekankan pentingnya perlindungan akses kemanusiaan global. FOZ meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivitas kemanusiaan. Selain itu, mereka mendesak dijaminnya pembukaan koridor kemanusiaan laut dan darat yang aman.
"FOZ mengajak seluruh masyarakat dan elemen gerakan kemanusiaan untuk memanjatkan doa terbaik, menjaga soliditas, dan terus mengawal pembebasan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla," tegas Wildhan. Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap pengiriman bantuan bagi rakyat Palestina, baik melalui jalur laut maupun darat, harus terus dipertahankan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter ke Arah Utara
Menkeu Siap Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Terbukti Tidak Cakap, Namun Tetap Lakukan Evaluasi
Persib Bandung di Ambang Hattrick, Duel Hidup-Mati Madura United dan Persis Solo Warnai Final Super League 2025/2026