Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk memfokuskan proyek perpanjangan lintasan LRT Jakarta pada segmen Manggarai hingga Dukuh Atas. Keputusan ini menambah jalur sepanjang sekitar dua kilometer guna menyempurnakan konektivitas dari Velodrome menuju pusat kota.
Kebijakan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan berbagai masukan, saran, serta kemampuan fiskal daerah. Pramono menjelaskan bahwa perpanjangan trase ini akan menyambungkan secara utuh jalur Velodrome–Manggarai–Dukuh Atas.
“Jadi kemarin saya sudah memutuskan dalam rapat setelah mendapatkan masukan, saran, pertimbangan, dan juga kemampuan fiskal Pemerintah DKI Jakarta, untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dengan adanya perpanjangan ini, total panjang lintasan LRT bertambah dari 12,2 kilometer menjadi 14,2 kilometer. Selain itu, jumlah stasiun pun meningkat menjadi 12 titik.
“Panjangnya akhirnya menjadi 12,2 tambah 2 kilometer menjadi 14,2. Stasiunnya menjadi 12. Kemudian ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih Rp2,7 triliun,” katanya.
Menurut Pramono, prioritas perpanjangan jalur ke Dukuh Atas dilakukan agar trase LRT benar-benar terhubung hingga kawasan simpul transportasi utama Jakarta. “Kenapa ini diputuskan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas? Supaya betul-betul trase ini selesai sampai dengan tuntas,” jelasnya.
Sementara itu, rencana pengembangan LRT ke arah utara menuju kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta belum menjadi prioritas saat ini. Pemprov DKI akan lebih dulu menyelesaikan trase hingga Ancol sebelum melanjutkan kajian ke wilayah berikutnya.
“Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta, rutenya, trasenya diselesaikan kemudian. Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol,” tutur Pramono.
Dia juga meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang baru, Budi Awaluddin, untuk segera menyiapkan trase lanjutan dari Ancol menuju PIK 2 hingga Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, konektivitas antarmoda akan semakin kuat bila seluruh jalur terhubung dengan MRT lintas Balaraja–Cikarang di masa depan.
“Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan juga utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja–Cikarang, itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Polri Targetkan Nol Pelanggaran ODOL pada 2027, Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Warga Sipil Terluka Kena Pantulan Peluru saat Polisi Militer Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas di Cileungsi
Telkomsel dan Republikorp Jalin Kerja Sama Kembangkan Jaringan Komunikasi Aman untuk Pertahanan Nasional
Pemerintah Tetapkan 1 Juni 2026 sebagai Hari Libur Nasional Peringatan Hari Lahir Pancasila