Israel Cegat Armada Bantuan ke Gaza, Sembilan WNI Diculik

- Rabu, 20 Mei 2026 | 08:15 WIB
Israel Cegat Armada Bantuan ke Gaza, Sembilan WNI Diculik

Armada kapal bantuan kemanusiaan yang dikenal sebagai Global Sumud Flotilla, yang tengah dalam misi menuju Jalur Gaza, Palestina, dicegat oleh aparat militer Israel. Tindakan pencegatan ini langsung menuai kecaman luas karena dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional yang melindungi aktivis dan misi kemanusiaan.

Aksi yang dilakukan oleh pasukan Israel tersebut tidak hanya menjadi sorotan komunitas global, tetapi juga memicu keprihatinan khusus di Indonesia. Pasalnya, terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang turut berada di atas kapal dalam misi kemanusiaan tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan bahwa total ada sembilan orang WNI yang ikut serta dalam armada tersebut dan saat ini telah diculik oleh pasukan Israel. Pihak Kemlu menyatakan tengah memantau secara ketat perkembangan nasib para WNI di lokasi kejadian.

“Betul,” ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026). Heni memberikan pernyataan singkat tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai sembilan WNI yang diculik oleh Israel.

Informasi mengenai jumlah WNI yang terdampak pertama kali disampaikan oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Organisasi tersebut mengungkapkan bahwa dua di antara sembilan WNI tersebut berada di Kapal Kars-1 Sadabat, yang juga menjadi sasaran intersepsi Israel.

“Update Asad dan Hendro, konfirmasi intersep kapal Kasr-1 Sadabat. Total sembilan WNI diculik Israel,” kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, kepada wartawan pada hari yang sama.

Harfin menjelaskan lebih lanjut bahwa kedua WNI yang dimaksud adalah Asad Aras Muhammad, relawan dari Spirit of Aqsa, dan Hendro Prasetyo, relawan dari SMART 71. Keduanya, menurut Harfin, telah diketahui berada dalam tahanan Israel.

“Pantauan command center GSF di Turki,” jelasnya menambahkan sumber informasi terkini mengenai kondisi para relawan tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar