Amerika Serikat dikabarkan telah mengirimkan proposal perdamaian baru kepada Iran yang memuat lima poin tuntutan, mencakup isu program nuklir hingga permintaan agar Teheran mencabut tuntutan ganti rugi perang. Proposal tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir, dan dinilai sebagai respons Washington terhadap penolakan keras terhadap 14 poin usulan perdamaian versi Iran sebelumnya.
Berdasarkan laporan media Iran, proposal baru itu juga menyinggung soal uranium yang telah diperkaya serta aset Iran yang dibekukan. Teheran diperkirakan akan menolak usulan tersebut karena dinilai bertentangan dengan tuntutan utama yang sebelumnya diajukan oleh pihak Iran.
Surat kabar Tehran Times, mengutip sumber di Teheran, melaporkan bahwa proposal damai terbaru AS telah diterima oleh pejabat Iran pekan lalu. Pengiriman proposal itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak mentah-mentah 14 poin proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan oleh Iran.
Lima poin yang diajukan Washington disebut sebagai respons baru atas proposal Iran sebelumnya. Salah satu tuntutan utama AS, menurut laporan Tehran Times, adalah mendesak Iran untuk mencabut permintaan ganti rugi atau kompensasi akibat perang.
Selain itu, AS juga meminta Teheran menyerahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya kepada Washington. Sebagian dari uranium yang diperkaya Iran tersebut diyakini terkubur di bawah fasilitas-fasilitas nuklir yang hancur akibat serangan AS pada 22 Juni 2025. Dalam proposal tersebut, AS hanya akan mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran tetap beroperasi.
Tak hanya itu, Iran juga diminta mencabut tuntutan pencairan 25 persen asetnya yang dibekukan.
“Akhir permusuhan akan bergantung dari hasil negosiasi tuntutan tersebut,” demikian isi laporan Tehran Times yang mengutip proposal AS.
Sementara itu, media Iran lainnya, Fars, melaporkan bahwa proposal baru AS belum menjamin permusuhan benar-benar berakhir sepenuhnya. Disebutkan bahwa AS dan Israel masih dapat melancarkan serangan terhadap Iran kapan saja, meskipun Teheran memenuhi kelima poin tuntutan tersebut.
Artikel Terkait
Trump Tunda Serangan ke Iran Setelah Negosiasi Nuklir Dinilai Sangat Positif
Siswa SD di Tulungagung Diduga Terpapar Radikalisme Usai Bermain Gim Online, Dapat Pendampingan Psikologis
PSM Makassar Terancam Denda Rp340 Juta dan Sanksi Berat Usai Suporter Rusuh Lawan Persib
Arsenal Kalahkan Burnley 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris