Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya membeberkan alasan di balik keputusannya memanggil kembali megabintang Santos, Neymar Junior, untuk memperkuat tim Samba. Ancelotti menilai bahwa pemain berusia 34 tahun itu masih mampu memberikan dampak signifikan, terutama dalam menghadapi gelaran Piala Dunia 2026.
Ancelotti menegaskan bahwa pemanggilan Neymar bukan sekadar untuk mengisi bangku cadangan. Menurutnya, sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil itu tetap memiliki kualitas yang dibutuhkan tim, terlepas dari berapa menit ia akan bermain di lapangan.
“Kami memilih Neymar bukan karena kami berpikir dia akan bagus sebagai pemain cadangan, tapi karena dia bisa memberikan kualitas di tim, terlepas dia akan memperoleh berapa menit di lapangan,” tutur Ancelotti dalam pernyataan yang dikutip pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Kami memilih pemain ini untuk bisa memberikan bantuan kepada tim. Berapa lama? Saya tidak tahu,” imbuh mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Keputusan ini menarik perhatian mengingat Neymar terakhir kali memperkuat Brasil pada 17 Oktober 2023, saat melawan Uruguay dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sejak pertandingan itu, pemain yang pernah membela Barcelona tersebut absen dari skuad utama akibat serangkaian cedera dan masalah kebugaran fisik yang berkepanjangan.
Di sisi lain, kehadiran Neymar diyakini menjadi angin segar bagi ruang ganti Selecao. Tim disebut membutuhkan figur senior yang bisa menjadi panutan di tengah komposisi pemain yang relatif muda. Pengalaman Neymar di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya 2014, 2018, dan 2022 menjadi modal berharga.
Pada Piala Dunia 2026, yang akan menjadi penampilan keempatnya, Brasil tergabung dalam grup yang cukup menantang. Tim asuhan Ancelotti akan bersua Maroko, Haiti, dan Skotlandia di fase grup, yang dinilai bukan lawan mudah dan berpotensi menjadi batu sandungan bagi langkah awal tim Samba.
Artikel Terkait
PSI: Jokowi Resmi Bergabung, Akan Ikut Safari Keliling Indonesia
Ayah Cabuli Anak Kandung di Bekasi dengan Dalih Edukasi Seksual
AS Perketat Pengawasan Imigrasi dan Tangguhkan Visa bagi Pelancong dari Wilayah Terdampak Ebola
Kejagung Lelang Replika Kursi Firaun Rp43 Juta, Aset Sitaan Kasus Korupsi PT Asabri