Setiap peserta yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan otomatis mendapatkan kartu kepesertaan sebagai bukti keanggotaan resmi. Kartu fisik ini memuat identitas penting, mulai dari nomor peserta, nama lengkap, hingga kode barcode yang digunakan untuk verifikasi data.
Namun, tak sedikit peserta yang kebingungan ketika kartu tersebut rusak atau tidak lagi terbaca. Padahal, seiring dengan perkembangan teknologi, BPJS Ketenagakerjaan telah menyediakan solusi tanpa perlu repot mencetak ulang. Lembaga itu kini menghadirkan layanan kartu dalam bentuk digital yang bisa diakses kapan saja.
Berdasarkan informasi resmi dari BPJS Ketenagakerjaan, langkah paling praktis jika kartu fisik rusak adalah beralih menggunakan aplikasi JMO. Inovasi ini memungkinkan peserta menyimpan kartu secara praktis di ponsel dan langsung digunakan untuk mengakses berbagai layanan, seperti memantau saldo atau mengajukan klaim.
Untuk mengakses kartu digital tersebut, peserta cukup mengunduh aplikasi JMO melalui Google Play Store atau App Store. Setelah itu, login dengan memasukkan nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). Begitu berhasil masuk, klik bagian menu “Kartu Digital” hingga kartu BPJS Ketenagakerjaan muncul di layar. Kartu digital itu bisa disimpan atau diunduh dari aplikasi agar mudah digunakan tanpa perlu membawa kartu fisik.
Di sisi lain, peserta juga perlu merawat kartu fisik dengan baik agar identitas kepesertaan tetap aman dan terbaca jelas. Salah satu cara yang disarankan adalah memprioritaskan penggunaan kartu digital untuk keperluan sehari-hari guna mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan. Kartu fisik sebaiknya disimpan di dalam dompet atau tempat khusus penyimpanan kartu, serta dilapisi plastik pelindung agar tidak terlipat atau luntur karena air.
Apabila kartu terlanjur hilang, peserta disarankan segera melaporkan kepada petugas dan mengurus penggantian agar tetap dapat mengakses seluruh manfaat BPJS Ketenagakerjaan tanpa hambatan.
Artikel Terkait
Wakil Mensos: Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Syarat Mutlak Tagana dalam Penanganan Bencana
Menkomdigi Bantah Data Kependudukan WNI Dikirim ke AS Lewat Perjanjian Dagang
Alarm Mobil Berbunyi Terus-Menerus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pemerintah Impor 100.000 Tabung CNG untuk Konversi LPG 3 Kg, Target Transfer Teknologi ke Dalam Negeri