BULOG Sebut Harga Beras SPHP di Seluruh Wilayah Masih di Bawah HET, Penyaluran Capai 240 Ribu Ton

- Senin, 18 Mei 2026 | 21:05 WIB
BULOG Sebut Harga Beras SPHP di Seluruh Wilayah Masih di Bawah HET, Penyaluran Capai 240 Ribu Ton

Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui ketersediaan dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa hingga saat ini harga beras medium SPHP di seluruh wilayah masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“BULOG terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Program SPHP sendiri merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras nasional sekaligus menekan gejolak harga di pasar. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama BULOG terus memperkuat distribusi agar pasokan tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh BULOG sudah sebanyak 240 ribu ton ke berbagai daerah di Indonesia. Penyaluran tersebut terus dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan cadangan pangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk stabilisasi harga,” tambahnya.

Sementara itu, BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, dan para pelaku usaha untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. Melalui langkah tersebut, BULOG menegaskan perannya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar