Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap maskapai penerbangan Irak, Fly Baghdad, yang sebelumnya dijatuhkan karena diduga memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Pencabutan ini diumumkan oleh Departemen Keuangan AS pada Kamis (6/8/2026), dan berlaku untuk maskapai beserta dua pesawatnya.
Meski demikian, sanksi terhadap Basheer Abdulkadhim Alwan al-Shabbani, yang sebelumnya diidentifikasi sebagai pemilik perusahaan, tetap dipertahankan. Keputusan ini diambil setelah melalui proses peninjauan administratif oleh Departemen Keuangan.
Seorang pejabat Departemen Keuangan yang berbicara dengan syarat anonimitas menjelaskan bahwa Fly Baghdad telah menunjukkan perubahan signifikan dalam operasional mereka. "FBA (Fly Baghdad Airlines) telah menunjukkan perubahan besar dalam operasional mereka sehingga pencantuman nama mereka dalam daftar sanksi tidak lagi diperlukan," ujarnya. Pejabat itu menegaskan bahwa langkah ini tidak mencerminkan perubahan kebijakan AS terhadap Iran, IRGC, atau entitas lain yang terkait.
Sebelumnya, pada Januari 2024, Washington menjatuhkan sanksi terhadap maskapai tersebut, pesawat-pesawatnya, dan pemiliknya dengan tuduhan memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC serta kelompok-kelompok proksinya di Irak, Suriah, dan Lebanon.
Keputusan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlanjut antara AS dan Iran. Sejak Presiden Donald Trump melancarkan kampanye militer terhadap Iran pada akhir Februari, Washington telah menewaskan sejumlah pemimpin puncak negara itu dan berupaya melumpuhkan ekonominya melalui sanksi serta serangan militer. Sebagai balasan, Teheran praktis memblokir Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia, dan menargetkan sekutu-sekutu AS di kawasan.
Negosiasi untuk mengakhiri perang masih berjalan alot, dengan status program nuklir Iran dan kemungkinan penerapan pungutan di selat tersebut menjadi poin-poin perdebatan utama yang menghambat kemajuan.
Artikel Terkait
Korut Murka atas Peringatan AS dan Sekutu soal Pekerja IT
Kedubes AS di Timur Tengah Imbau Warganya Bersiap Evakuasi
AS dan Israel Siapkan Serangan Gabungan ke Iran, Infrastruktur Energi Jadi Target
Iran Peringatkan Negara Timur Tengah agar Tak Jadi Tameng AS