India Bangun 100 Bandara Baru dan 200 Helipad, Incar Konektivitas Regional

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:00 WIB
India Bangun 100 Bandara Baru dan 200 Helipad, Incar Konektivitas Regional

India berencana membangun 100 bandara baru dan 200 helipad di berbagai kota dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan konektivitas regional, perdagangan, dan pariwisata, sebagaimana dilaporkan Bloomberg pada Rabu (5/8).

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa sektor penerbangan yang berkembang pesat akan membutuhkan lebih banyak pesawat dan infrastruktur pendukung. "Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja," ujarnya saat meresmikan Bandara Visakhapatnam (Vizag).

Bandara internasional di Visakhapatnam, kota terbesar di Andhra Pradesh, dibangun oleh GMR Group, perusahaan operator bandara asal India. Kota di pesisir timur ini dikenal sebagai pusat ekosistem IT, dengan sejumlah perusahaan teknologi global seperti Google dan Nvidia yang telah beroperasi di sana.

Chairman Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala, menyatakan bahwa pembangunan bandara ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India. "Diperlukan platform penerbangan internasional terpadu untuk mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat," katanya.

Bommidala juga menekankan pentingnya konektivitas dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia. "Indonesia adalah salah satu negara penting bagi kami. Jika konektivitas langsung tersedia, hubungan antara kedua negara akan semakin erat," ujarnya.

Bandara Vizag dibangun dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau setara USD 591 juta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. Strategi, operasional, dan penyempurnaan desain bandara ini merujuk pada evaluasi proyek greenfield sebelumnya di Hyderabad dan Goa. GMR menargetkan Bhogapuram, nama bandara tersebut, menjadi pusat penerbangan kelas dunia yang mampu bersaing dengan bandara besar di Asia seperti Changi Singapura.

Bandara dengan kapasitas 6 juta penumpang per tahun ini dinamai Alluri Sitarama Raju, seorang pejuang kemerdekaan India yang melawan Inggris. SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer di GMR Group, menjelaskan bahwa penamaan bandara dengan nama pahlawan merupakan hal yang lazim di India, seperti Indira Gandhi di Delhi atau Rajiv Gandhi di Hyderabad. "Alluri Sitarama Raju merupakan figur yang tumbuh dan berjuang di wilayah ini. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan atas warisan sejarah lokal yang berdampak nasional," ujarnya.

Bandara yang dijadwalkan beroperasi pada 17 Agustus 2026 ini tidak hanya membawa misi ekonomi, tetapi juga misi sejarah. "Supaya generasi muda kami mengenal pahlawannya dan termotivasi oleh nilai-nilai perjuangan Raju," kata Kishore. Alluri Sitarama Raju dikenal memimpin perlawanan terhadap imperialisme Inggris dengan dukungan kelompok masyarakat lokal yang terbatas. "Kami ingin generasi baru percaya pada potensi diri dan tidak pernah meremehkan kemampuan yang dimiliki. Jika seorang tokoh dengan kelompok lokal bersenjata seadanya mampu menantang kekuatan imperialis, maka tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kecil," tambahnya.

Melalui penamaan ini, pemerintah dan pengelola berharap bandara tidak hanya menjadi pusat konektivitas ekonomi, tetapi juga monumen pengingat akan pentingnya kemandirian, keberanian, dan daya juang bangsa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags