Persebaya dan Garudayaksa Mulai Bangun Kekuatan, Jadi Ancaman Baru bagi Persib di Super League 2026/2027

- Senin, 18 Mei 2026 | 20:30 WIB
Persebaya dan Garudayaksa Mulai Bangun Kekuatan, Jadi Ancaman Baru bagi Persib di Super League 2026/2027

Persaingan menuju Super League 2026/2027 mulai terasa bahkan sebelum musim ini benar-benar berakhir. Di tengah dominasi Persib Bandung yang tinggal selangkah lagi mengunci gelar, peta kekuatan musim depan perlahan mulai terbentuk. Menariknya, ancaman terbesar bagi Persib tampaknya bukan datang dari Persija Jakarta, melainkan dari Persebaya Surabaya dan tim promosi ambisius, Garudayaksa, yang mulai disebut sebagai dua penantang paling siap menghadapi musim depan. Alasannya sederhana: keduanya sudah mulai membangun fondasi lebih cepat dibanding rival-rival lain.

Persebaya, misalnya, terlihat jauh lebih siap secara struktur tim. Ketika Persija masih diselimuti ketidakpastian soal siapa pelatih yang akan memimpin musim depan, Green Force justru sudah bergerak dengan arah yang lebih jelas bersama Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu perlahan mulai membentuk identitas permainan sejak putaran kedua musim ini. Intensitas pressing meningkat, organisasi pertahanan membaik, dan yang paling mencolok adalah mental kompetitif tim yang mulai stabil. Hasilnya mulai terlihat menjelang akhir musim.

Persebaya belum terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Lebih impresif lagi, mereka selalu mencatatkan clean sheet dalam periode tersebut. Itu bukan sekadar statistik biasa. Dalam sepak bola modern, tim juara biasanya dibangun dari pertahanan yang solid terlebih dahulu, dan Persebaya mulai menunjukkan tanda-tanda ke arah sana. Kini mereka berpeluang menutup Super League 2025/2026 dengan happy ending ketika menjamu Persik Kediri pada 23 Mei mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo.

Momentum jelas berpihak kepada Green Force. Persik datang dengan kondisi kurang ideal setelah kalah 3-1 dari Persija Jakarta, sementara Persebaya sedang berada dalam tren performa yang sangat stabil. Rekor pertemuan pun lebih memihak Bajul Ijo dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang dalam empat laga terakhir. Meski demikian, Bernardo Tavares tetap memilih meredam euforia.

“Kami harus tetap rendah hati dan tidak boleh terpaku pada hasil pertandingan sebelumnya. Sebab, kami sempat kesulitan dalam beberapa momen. Apalagi Persik adalah tim yang bagus,” ujar Tavares dalam konferensi pers, Jumat (15/5/2026).

Pernyataan itu memperlihatkan karakter yang mulai dibangun sang pelatih: disiplin, realistis, dan tidak mudah terlena. Situasi itu berbeda dengan Persija Jakarta yang hingga kini masih terlihat belum memiliki kepastian penuh untuk proyek musim depan. Performa inkonsisten, perubahan arah permainan, hingga ketidakjelasan soal pelatih membuat Macan Kemayoran masih tampak berada dalam fase transisi.

Sementara Persebaya sudah bergerak lebih dulu. Manajemen mulai aktif membangun skuad, menjaga stabilitas tim, dan memperkuat fondasi permainan. Nama-nama baru bahkan mulai dikaitkan dengan Green Force, mulai dari sektor penjaga gawang hingga lini depan. Jika proses ini berjalan konsisten, Persebaya berpotensi menjadi penantang serius Persib musim depan.

Namun, bukan hanya Persebaya yang menarik perhatian. Nama Garudayaksa juga mulai muncul sebagai kekuatan baru yang bisa mengubah peta persaingan Super League 2026/2027. Sebagai tim promosi dengan dukungan finansial dan proyek jangka panjang yang serius, Garudayaksa diprediksi tidak akan sekadar menjadi “tim numpang lewat” di kasta tertinggi. Mereka justru disebut sedang membangun model klub modern dengan pendekatan agresif di bursa transfer dan pengembangan struktur tim.

Dalam beberapa musim terakhir, sepak bola Indonesia memang mulai menunjukkan perubahan pola. Klub-klub yang memiliki proyek jelas sejak awal cenderung lebih cepat berkembang dibanding tim besar yang masih terjebak dalam ketidakpastian internal. Dan itulah yang kini mulai terlihat pada Persebaya dan Garudayaksa. Persebaya memiliki basis suporter besar, stadion megah, serta pelatih dengan identitas permainan yang mulai terbentuk. Sementara Garudayaksa datang dengan energi baru, ambisi besar, dan kemungkinan belanja pemain yang agresif.

Di sisi lain, Persib tentu tetap menjadi tim yang paling matang saat ini. Maung Bandung memiliki kedalaman skuad, mental juara, serta stabilitas yang sulit disaingi klub lain dalam dua musim terakhir. Jika berhasil mempertahankan fondasi utama mereka, Persib masih layak disebut favorit utama musim depan. Namun, sepak bola selalu berubah cepat. Tim yang paling berbahaya sering kali bukan yang paling ramai dibicarakan, melainkan mereka yang diam-diam membangun kekuatan sejak lebih awal. Dan saat banyak klub masih sibuk mencari arah baru, Persebaya Surabaya justru tampak sudah mulai berjalan menuju musim depan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar