Pemprov Jabar Ubah 41 SMA dan SMK Negeri Unggulan Jadi Sekolah Maung Mulai 2026

- Senin, 18 Mei 2026 | 21:01 WIB
Pemprov Jabar Ubah 41 SMA dan SMK Negeri Unggulan Jadi Sekolah Maung Mulai 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengubah 41 SMA dan SMK Negeri unggulan menjadi Sekolah Maung, akronim dari Manusia Unggulan, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Program ini mencakup 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan target operasional mulai Tahun Ajaran 2026/2027.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden, menjelaskan bahwa konsep Sekolah Maung dirancang untuk mengakomodasi keragaman potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, siswa dengan bakat dan kecerdasan istimewa memerlukan layanan pendidikan yang lebih spesifik agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal. “Sekolah Maung bukan untuk membedakan, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat. Baik yang memiliki kecerdasan dan prestasi tinggi maupun yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Deden dalam pernyataan resmi pada Senin, 18 Mei 2026.

Program ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani, yang bertujuan menghadirkan sekolah model sebagai rujukan konsep pendidikan unggulan yang pernah diterapkan sebelumnya. Sekolah Maung akan memiliki enam jurusan strategis, yaitu teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Sistem penerimaan murid baru tidak lagi menggunakan jalur domisili, melainkan jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik.

Sementara itu, jumlah rombongan belajar akan diatur dalam petunjuk teknis, yakni sekitar delapan hingga 12 rombel dengan maksimal 32 siswa per kelas. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih terfokus dan berkualitas. Daftar sekolah yang terpilih mencakup berbagai institusi ternama, seperti SMA Negeri 2 Cibinong di Kabupaten Bogor, SMA Negeri 1 Bogor, SMA Negeri 3 Bandung, hingga SMA Negeri 1 Parigi di Kabupaten Pangandaran.

Di sisi lain, transformasi ini juga menyasar SMK Negeri di sejumlah daerah, meskipun rincian daftar untuk jenjang SMK belum diumumkan secara lengkap. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus menyosialisasikan program ini kepada masyarakat agar calon siswa dan orang tua dapat mempersiapkan diri. Dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis prestasi, Sekolah Maung diharapkan menjadi pionir dalam mencetak generasi unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar