Kepercayaan diri sempat goyah, namun kerja keras dan disiplin akhirnya membuahkan hasil manis. Siswa-siswi SMA Negeri 9 Mataram berhasil menyabet gelar juara pertama dalam Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Prestasi ini sekaligus mengantarkan mereka sebagai wakil daerah untuk berlaga di babak final nasional yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.
Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Sangkareang pada Sabtu, 16 Mei 2026, diikuti oleh sepuluh sekolah setingkat SMA dan sederajat se-NTB. Dalam ajang tersebut, SMAN 9 Mataram mengumpulkan total poin 8.365, unggul tipis atas MAN 1 Lombok Timur yang meraih 8.220 poin di posisi kedua, serta MAN 2 Mataram dengan 7.980 poin di posisi ketiga. Selisih poin yang tipis ini sempat membuat para siswa tidak percaya dengan kemenangan mereka.
“Kami tidak menyangka bisa juara satu provinsi. Sebab, kami lihat sekolah lain persiapannya dan penampilannya sangat baik. Selisih tipis itu membuat kami tak percaya. Tapi, akhirnya kami senang bisa keluar sebagai juara pertama,” ujar Ketua Regu SMAN 9 Mataram, Laksmana Bayugentha Pramono, dalam keterangan tertulis pada Minggu, 17 Mei 2026.
Di tengah euforia kemenangan, Laksmana yang duduk di bangku kelas 11 itu menyadari bahwa tantangan sesungguhnya masih menanti. Ia mengakui persaingan di tingkat nasional nanti akan jauh lebih berat karena seluruh peserta merupakan juara dari masing-masing provinsi.
“Lawan-lawan kami di Jakarta nanti semua juara provinsi, tentu sangat berat. Tapi, kami akan terus berusaha dan mempersiapkan diri dengan terus berlatih dan memperbaiki kesalahan yang ada di lomba-lomba sebelumnya,” katanya.
Pelatih SMAN 9 Mataram, Alfin Ariyanto, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para siswa. Menurutnya, kerja keras dan kedisiplinan yang diterapkan selama latihan menjadi kunci utama keberhasilan tim. “Bangga tentu ya, usaha dan upaya mereka untuk raih gelar juara sangat keras. Kami terapkan disiplin yang kuat. Untuk menghadapi final di Jakarta, tentu kami akan persiapkan lebih baik lagi. Intinya, kami akan raih gelar juara nasional,” tegas Alfin.
Ajang LKBB-PB ini merupakan hasil kerja sama antara MPR RI, Pemerintah Provinsi NTB, dan Purna Paskibraka Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Sebanyak sepuluh sekolah mengikuti seleksi tingkat provinsi, termasuk SMAN 1 Kuripan, SMAN 3 Mataram, SMAN 1 Selong, SMAN 1 Mataram, MAN 1 Lombok Barat, MAN 2 Mataram, SMAN 2 Mataram, SMAN 9 Mataram, MAN 1 Lombok Timur, dan MAN 2 Kota Bima.
Setiap sekolah diwakili oleh 12 siswa dan satu ketua regu yang memperagakan kemampuan baris-berbaris, prosesi pengibaran bendera, serta kreasi formasi. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari unsur TNI AD, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Pada akhir perlombaan, tiga sekolah ditetapkan sebagai juara, sementara dua sekolah lainnya harus didiskualifikasi.
Ketua Tim Juri dari unsur PPI, Arif Rahman, menegaskan bahwa proses penilaian berlangsung secara objektif dan profesional. “Betul-betul nilai-nilai murni yang ditampilkan oleh teman-teman. Itu yang terbaik,” katanya di hadapan para peserta.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat