Prabowo Yakin Fundamental Ekonomi RI Kuat di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.600

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:45 WIB
Prabowo Yakin Fundamental Ekonomi RI Kuat di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.600

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat, meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran publik atas posisi rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS pada Jumat pekan lalu.

“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” ujar Presiden dalam sambutannya pada peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu. Di hadapan sejumlah pejabat negara dan direksi BUMN, Kepala Negara mengajak masyarakat untuk tidak terlalu larut dalam kekhawatiran terhadap fluktuasi nilai tukar.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyelipkan candaan yang mencairkan suasana. Ia menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sosok yang kini tengah populer di tengah gejolak nilai tukar. “Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,” kata Presiden, disambut tawa para hadirin.

Kelakar tersebut tidak berhenti di situ. Presiden juga melontarkan candaan kepada sejumlah pejabat lain yang hadir, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto. “Ah, Anin, kamu yang pusing boleh. Kamu ketua pengusaha, Kadin,” ujar Prabowo sambil menunjuk Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.

Di luar suasana santai tersebut, Presiden menekankan pentingnya mentalitas bangsa yang kuat dan pantang menyerah di tengah berbagai tantangan global. “Kita harus hilangkan sikap bahwa kita bangsa yang lemah, bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang, dan kita akan menang, kita akan kuat. Kita akan bangkit saudara-saudara!” tegasnya, menutup pidato dengan seruan optimisme.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags