Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, kembali menjadi sorotan publik setelah membagikan momen perjalanannya menyusuri pedalaman hutan Halmahera untuk bertemu langsung dengan masyarakat adat Suku Togutil, atau yang juga dikenal sebagai Suku Tobelo Dalam. Kunjungan yang dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2026, itu tidak hanya menampilkan sisi humanis seorang kepala daerah, tetapi juga memperlihatkan kedekatan personal yang hangat dengan komunitas adat yang hidup terisolasi di kawasan hutan terpencil.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly didampingi oleh jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta perwakilan Kementerian Sosial. Mereka menyambangi Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Momen-momen interaksi antara Sherly dan warga Suku Togutil pun viral di media sosial, terutama setelah memperlihatkan bagaimana ia dengan santun dan ceria berbaur dengan masyarakat adat tersebut.
Berdasarkan tayangan di kanal YouTube GubSherly, kedatangan rombongan pemerintah disambut antusias oleh warga setempat. Salah seorang tokoh adat bernama Doko menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu membangun rumah layak huni tanpa harus menghilangkan identitas budaya mereka. Menanggapi hal itu, Sherly langsung memberikan perhatian serius. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat, termasuk melalui bantuan pangan serta pelatihan berkebun dan beternak.
Meski ditawari hunian yang lebih layak, warga Suku Togutil tetap pada pendiriannya untuk tinggal menetap di kawasan hutan dan mempertahankan tradisi leluhur. Sikap teguh ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan mereka dengan alam dan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di sela-sela kunjungan, Sherly juga menunjukkan minatnya untuk lebih dekat dengan masyarakat adat dengan belajar bahasa Tobelo. Ia meminta diajarkan cara mengucapkan kalimat “Saya senang bisa jumpa” dalam bahasa daerah tersebut. Dengan penuh semangat, ia kemudian mencoba memperagakannya langsung di hadapan warga. Upaya kecil ini menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga berusaha memahami dan menghargai kearifan lokal.
Tidak hanya berinteraksi dengan orang dewasa, Sherly juga menyempatkan diri menyapa anak-anak kecil di pemukiman tersebut. Dalam salah satu momen, ia terlihat menggandeng seorang anak perempuan saat berjalan menuju lokasi pemukiman lainnya. Namun, perjalanan menuju titik berikutnya tidaklah mudah. Sherly harus melewati jalur hutan dengan pepohonan rimbun dan medan yang cukup berat.
Di tengah perjalanan yang menantang itulah sisi centil Sherly kembali mencuri perhatian. Saat melihat rombongan berjalan mendahuluinya, istri mendiang Benny Laos itu langsung melontarkan candaan kepada tim media sosialnya. “Hey sok tahu kalian, nggak tahu jalan tapi jalan terus nanti di hutan sendiri,” ujar Sherly sambil tertawa. Candaan ringan ini justru memperlihatkan suasana akrab dan santai yang tercipta antara pemimpin daerah dan tim pendukungnya di tengah tugas yang berat.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka mata publik tentang kondisi masyarakat adat yang masih hidup di pedalaman. Sherly sendiri sempat menduga bahwa beberapa anak Suku Togutil mengalami masalah gizi buruk, bahkan stunting. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk merancang program intervensi yang tepat sasaran tanpa mengganggu cara hidup dan nilai-nilai budaya yang telah lama mereka anut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kenakan Topi Koboi, Kemudikan Alat Berat saat Panen Raya Jagung di Tuban
Manchester United Tutup Laga Kandang dengan Kemenangan demi Amankan Posisi Ketiga dan Hormati Perpisahan Casemiro
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia untuk Serap Hasil Panen
Pembangunan Stasiun KRL JIS di Jakarta Utara Tampak Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi Juni 2026