Militer Israel Konfirmasi Tewasnya Kepala Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:55 WIB
Militer Israel Konfirmasi Tewasnya Kepala Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza

Militer Israel pada Sabtu (16/5) mengonfirmasi tewasnya Ezzedine Al-Haddad, kepala sayap militer Hamas, dalam serangan udara yang dilancarkan sehari sebelumnya di Gaza. Operasi tersebut menjadi pukulan telak bagi struktur komando kelompok bersenjata Palestina itu di tengah konflik yang masih berkecamuk.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, militer Israel menyebut bahwa Al-Haddad tewas dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza pada Jumat (15/5). “IDF dan ISA mengumumkan bahwa kemarin, dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza, Ezzedine Al-Haddad telah dilenyapkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, merujuk pada diri mereka sendiri dan badan keamanan domestik Shin Bet.

Dua pejabat Hamas yang berbicara kepada kantor berita AFP turut membenarkan kabar tersebut. Menurut mereka, Al-Haddad tewas setelah serangan Israel menghantam sebuah apartemen dan kendaraan sipil di Kota Gaza pada hari yang sama.

Militer Israel menggambarkan Al-Haddad sebagai salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang masih tersisa. Ia dinilai memainkan peran sentral dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan 7 Oktober yang memicu perang besar di Jalur Gaza.

“Sepanjang perang, Haddad terlibat dalam penahanan banyak sandera Israel di bawah tawanan Hamas,” kata militer Israel dalam pernyataan terpisah. Lebih lanjut, mereka menambahkan bahwa Al-Haddad mengelola sistem penahanan sandera Hamas dan sengaja mengelilingi dirinya dengan para sandera sebagai upaya untuk menghindari serangan balasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan bersama dengan menteri pertahanannya pada Jumat, menegaskan bahwa Al-Haddad telah menjadi sasaran operasi militer. Pernyataan itu memperkuat klaim bahwa eliminasi tokoh kunci Hamas merupakan prioritas utama dalam strategi perang Israel.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar