Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Warga Terharu Kenang Perjuangan Aktivis Buruh

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:30 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Warga Terharu Kenang Perjuangan Aktivis Buruh

Suasana haru menyelimuti peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meresmikan museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan aktivis buruh Marsinah itu. Di antara ribuan hadirin, Nova dan Annisa, dua warga asli Nganjuk, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Keduanya mengaku tidak menyangka perjuangan Marsinah kini diabadikan dalam sebuah museum yang diresmikan langsung oleh kepala negara. "Terharu campur aduklah, sangat terharu. Perjuangannya sampai kayak seperti ini," ujar Annisa dengan suara bergetar, tak kuasa menahan tangis. "Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," timpal Nova.

Bagi keduanya, kehadiran Prabowo langsung di Nganjuk juga menjadi kebanggaan tersendiri sebagai warga setempat. "Sangat bangga sekali Bapak Presiden sampai ke sini. Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," lanjut Annisa. Mengakhiri perbincangan, keduanya menitipkan satu harapan sederhana untuk sang Presiden. "Semoga Pak Presiden sehat selalu pokoknya. Sehat selalu," seru mereka.

Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk tepat di tanah kelahiran sang pahlawan. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama: gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang. Di dalam museum, sejumlah koleksi pribadi Marsinah telah terpajang, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh.

Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo. Setiap sudut museum seakan mengajak pengunjung merenungkan kembali kisah perjuangan perempuan yang gugur dalam memperjuangkan hak-hak buruh tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar