Presiden Prabowo Akan Berikan Bintang Mahaputera ke Kapolri dan Panglima TNI atas Kinerja

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:30 WIB
Presiden Prabowo Akan Berikan Bintang Mahaputera ke Kapolri dan Panglima TNI atas Kinerja

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Penghargaan tertinggi negara itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja kedua pimpinan institusi keamanan yang dinilai sangat baik dalam menjaga stabilitas nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara panen raya jagung serentak dan peresmian peletakan batu pertama pembangunan sepuluh gedung ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu. Acara itu dipantau secara daring dari Jakarta.

"Saya lihat Polri ini berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputera, belum ya? Nanti Presiden Prabowo yang kasih bintang," ujar Prabowo dalam pidatonya.

"Panglima ini juga belum terima juga kau? Presiden Prabowo memberi," imbuhnya.

Mendengar pernyataan itu, Kapolri dan Panglima TNI langsung berdiri dan memberi hormat kepada Presiden. Momen tersebut menjadi penanda bahwa penghargaan itu merupakan pengakuan atas kepemimpinan dan prestasi yang telah ditunjukkan dalam organisasi masing-masing.

Menurut Prabowo, apabila sebuah organisasi berjalan dengan baik, hal itu mencerminkan kepemimpinan yang baik pula. Ia mencontohkan berbagai capaian Polri, termasuk dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta keterlibatan dalam panen raya jagung yang beberapa kali dihadirinya.

"Saya lihat Pak Listyo ini berhasil, ya gimana? Aku mau ngomong apa? Iya kan? MBG aku lihat hebat, paling bersih, tertib. Ini bukan saya soal muji-muji loh, aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan, tapi saya ingin objektif," tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo juga menyinggung inovasi-inovasi yang ditampilkan Polri dalam berbagai kegiatan yang membuatnya merasa gembira. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi memiliki konsekuensi terhadap keberhasilan maupun kegagalan. Pemimpin yang berhasil layak mendapat apresiasi, sedangkan yang tidak berhasil harus dievaluasi.

"Saya melihat peran Polri luar biasa dan di sini saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan. Kalau bagus ya kita harus akui bagus. Kalau baik, kita akui baik, dan dalam organisasi kalau organisasinya baik berarti pemimpinnya baik, iya kan?" kata Presiden.

Sebagai perbandingan, Prabowo mencontohkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sebelumnya diberi target swasembada pangan dalam empat tahun, namun mampu mencapainya dalam satu tahun sehingga mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama.

"Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang bener kan? Kalau nggak beres, copot. Sederhana, ini namanya hidup. Jadi, jangan kau ingin jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah, kalah, kalah, ingin diperpanjang terus, ya enggak," kata Presiden.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar