Presiden China Xi Jinping melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa hubungan kedua negara bisa berujung pada bentrokan bahkan konflik jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan tepat. Pernyataan itu disampaikan Xi dalam pertemuan tertutup dengan Trump pada Kamis (14/5/2026) di Beijing, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi pemerintah China.
Dalam pertemuan tersebut, Xi menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling fundamental dalam hubungan bilateral China-AS. “Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan,” ujar Xi kepada Trump. Ia menambahkan, “Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan dan bahkan konflik, yang akan membahayakan seluruh hubungan.”
Peringatan itu disampaikan di tengah nilai kerja sama perdagangan kedua negara yang mencapai 414 miliar dolar AS pada 2025. Xi menilai angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara bersifat saling menguntungkan. Namun, ia mengingatkan agar hubungan yang sudah baik itu tidak rusak, termasuk akibat ketegangan yang dipicu oleh isu Taiwan.
Di sisi lain, Xi juga menyatakan persetujuannya dengan Trump mengenai visi baru untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil. Meski demikian, sikap China terhadap Taiwan tetap tidak berubah. Pemerintah China menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan tidak akan membiarkan kemerdekaan pulau tersebut, meskipun Taiwan telah memiliki pemerintahan sendiri.
Artikel Terkait
DBS: Hilirisasi dan Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Pilar Utama Investasi di Tengah Gejolak Global
Salon Kambing di Cilacap Laris Manis Jelang Iduladha, Harga Jual Bisa Naik
Kemenhaj Pastikan Kesiapan Armuzna Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026
Pria Diduga WNA Jadi Korban Penjambretan di Bundaran HI, Aksi Terekam Kamera