Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) sekaligus meningkatkan pemberdayaan kelompok lanjut usia sebagai langkah strategis memperkokoh ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat. Seruan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Yane Ardian Bima Arya, dalam kunjungan kerja di PKK Agropark, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (12/5).
Dalam kunjungan tersebut, Yane menekankan pentingnya penguatan pembinaan UP2K karena program ini berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi keluarga. Menurut dia, pengembangan UP2K tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga harus didukung kemampuan bercerita atau storytelling mengenai produk yang dibuat. Kemampuan itu, lanjutnya, menjadi kunci agar produk memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di era digital.
“Contoh, di Lampung ini budidaya pisang besar. Banyak dari pelaku UMKM, pelaku usaha itu membuat produk dari pisang, mau kripik atau pisangnya diapain. Jadi artinya produk kripik itu banyak banget, tapi yang laku adalah yang punya cerita di balik kripik pisang tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Di sisi lain, Yane memberikan apresiasi terhadap keberadaan PKK Agropark yang dinilai sebagai contoh baik dalam pemberdayaan masyarakat oleh kader PKK. Ia menyebut lahan seluas itu yang dikelola langsung oleh PKK baru pertama kali ditemuinya selama berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Agropark tersebut membuktikan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah membangun bangsa.
“PKK Agropark, namanya memang PKK, memang dikelola sama PKK ya, Masya Allah. Saya rasanya sudah cukup berkeliling ke seluruh Indonesia, memang lahan yang dikelola PKK sebesar ini baru ada di sini. Jadi ini memang luar biasa,” pujinya.
Sementara itu, Yane juga menyoroti pentingnya pemberdayaan lansia. Kelompok usia tersebut, menurutnya, tetap perlu didorong agar aktif dan produktif sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Pemerintah bersama TP PKK, kata dia, telah menghadirkan program-program yang mampu menggerakkan dan memberdayakan lansia di tengah masyarakat.
“Siapa yang menggerakkan dan mengaktifkan para lansia selain keluarganya adalah pemerintah, melalui program-program yang ada di PKK. Jadi pemberdayaan lansia ini hal yang penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daerah yang memiliki program prioritas pemberdayaan lansia umumnya mempunyai ketahanan ekonomi yang lebih baik. Berkaca dari sejumlah negara maju, lansia dapat diberdayakan melalui berbagai aktivitas produktif agar tetap aktif secara fisik maupun sosial. “Kalau kita ke bandara, misalnya kita ke Singapura, di bandara-bandara itu nenek-nenek, kakek-kakek itu masih diberdayakan, masih bisa bekerja,” tambahnya.
Di akhir paparannya, Yane mengingatkan bahwa PKK merupakan motor sosial yang besar dan menjadi organisasi khas Indonesia dengan jutaan kader di seluruh daerah. Menurutnya, 10 program pokok PKK telah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari spiritual, sosial, emosional, hingga finansial. “Jadi, ini apresiasi untuk kita semua dari kader PKK seluruh Indonesia, yang saat ini ada sekitar 6 juta lebih kader PKK,” pungkasnya.
Artikel Terkait
De Jong Desak Barcelona Segera Perpanjang Masa Peminjaman Rashford
Juventus Incar Tijjani Reijnders di Bursa Transfer 2026, City Buka Opsi Pinjam dengan Kewajiban Tebus Rp819 Miliar
42 Pesawat Militer AS Hancur atau Rusak Parah dalam Konflik di Iran, Biaya Operasi Tembus 29 Miliar Dolar
Menkeu Tunggu Arahan Presiden soal Nasib Dirjen Bea Cukai yang Terseret Kasus Suap Blue Ray