Persebaya Surabaya Incar Syahrul Lasinari, Rizky Eka Pratama hingga Marselino Ferdinan dalam Proyek Besar Bernardo Tavares

- Rabu, 13 Mei 2026 | 18:00 WIB
Persebaya Surabaya Incar Syahrul Lasinari, Rizky Eka Pratama hingga Marselino Ferdinan dalam Proyek Besar Bernardo Tavares

Aroma perubahan besar mulai terasa di tubuh Persebaya Surabaya menjelang musim 2026/2027. Setelah melewati musim yang penuh tekanan dan belum mampu benar-benar bersaing dalam perebutan gelar, Bajul Ijo kini mulai bergerak agresif membangun fondasi baru. Pusat dari seluruh rumor itu mengarah pada satu nama: Bernardo Tavares.

Mantan pelatih PSM Makassar tersebut disebut menjadi figur utama dalam proyek besar Persebaya menuju musim 2027. Kehadirannya diyakini bukan hanya akan mengubah gaya permainan tim, tetapi juga memicu gelombang perpindahan pemain dari Makassar ke Surabaya. Rumor “eksodus” pemain PSM pun mulai berkembang.

Setelah sebelumnya nama-nama seperti Victor Dethan dan Mufli Hidayat dikaitkan dengan Bajul Ijo, kini giliran bek tengah Syahrul Lasinari yang disebut semakin dekat bergabung. Kabar tersebut pertama kali ramai dibicarakan di media sosial setelah akun bursa transfer sepak bola Indonesia melaporkan adanya komunikasi serius antara Persebaya dan sang pemain. Jika transfer itu benar-benar terjadi, Syahrul akan menjadi pemain pertama PSM yang mengikuti jejak Bernardo Tavares ke Surabaya.

Peluang transfer tersebut memang terlihat sangat terbuka. Selain faktor kedekatan dengan Tavares, situasi kontrak Syahrul juga mendukung terjadinya perpindahan. Bek berusia 26 tahun itu dipastikan akan habis kontrak bersama PSM pada 31 Mei 2026 atau tepat setelah musim kompetisi berakhir. Artinya, Persebaya bisa merekrutnya tanpa biaya transfer. Situasi tersebut menjadi keuntungan besar bagi Bajul Ijo yang tengah berupaya membangun ulang kekuatan tim tanpa harus mengeluarkan dana besar di setiap lini.

Meski musim ini menit bermain Syahrul mengalami penurunan, kualitasnya tetap dianggap cocok dengan kebutuhan Persebaya. Sepanjang musim, ia tampil dalam 16 pertandingan dengan 11 kali menjadi starter dan mencatatkan total 1.087 menit bermain. Angka itu memang tidak terlalu dominan, tetapi pengalaman dan karakter bermainnya dinilai masih sangat dibutuhkan. Apalagi Bernardo Tavares dikenal sangat memahami kualitas Syahrul karena pernah menjadikannya bagian penting rotasi lini belakang PSM.

Tavares memang memiliki kecenderungan mempertahankan pemain-pemain yang dianggap memahami filosofi permainannya. Karena itu, rumor perpindahan pemain PSM ke Persebaya diperkirakan belum akan berhenti pada nama Syahrul saja. Salah satu nama yang kini mulai ramai dibicarakan adalah Rizky Eka Pratama.

Winger muda PSM tersebut sedang berada dalam momentum terbaik kariernya. Performanya yang cukup konsisten di tengah musim sulit Pasukan Ramang membuat namanya akhirnya mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia senior. Pelatih timnas, John Herdman, bahkan memasukkan Rizky dalam daftar 23 pemain untuk pemusatan latihan menuju Piala AFF 2026. Pemanggilan itu menjadi penanda bahwa Rizky mulai masuk radar besar sepak bola nasional.

Dengan kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, dan kemampuan menyerang dari sisi sayap, Rizky dianggap cocok dengan karakter permainan agresif yang diinginkan Bernardo Tavares. Karena itu, rumor ketertarikan Persebaya terhadapnya mulai berkembang semakin luas. Jika transfer tersebut benar-benar terjadi, Rizky diproyeksikan menjadi bagian penting dalam lini serang baru Bajul Ijo bersama Marselino Ferdinan.

Nama Marselino sendiri masih menjadi pembicaraan besar di Surabaya. Mantan wonderkid Persebaya itu disebut berpeluang pulang ke Indonesia setelah sempat berkarier di Eropa bersama AS Trencin B. Meski sempat mengalami cedera hamstring, kualitas Marselino tetap tidak diragukan. Bahkan John Herdman masih menjadikannya satu-satunya pemain abroad dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.

Jika duet Marselino dan Rizky benar-benar terbentuk, Persebaya diyakini akan memiliki kombinasi lini serang yang sangat berbahaya. Marselino menawarkan kreativitas dan visi permainan, sementara Rizky menghadirkan kecepatan dan eksplosivitas di sisi lapangan. Semua itu tampaknya menjadi bagian dari proyek besar Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut memang dikenal piawai membangun tim dengan identitas kuat. Saat membawa PSM menjadi juara Liga 1 musim 2022/2023, Tavares berhasil menciptakan tim yang disiplin, agresif, dan sulit dikalahkan. Kini, ia disebut ingin mengulang formula serupa di Surabaya.

Di sisi lain, bagi PSM, situasi ini tentu menjadi ancaman serius. Setelah melewati musim yang sulit dengan persoalan finansial, sanksi transfer, hingga ancaman degradasi, Pasukan Ramang kini terancam kehilangan sejumlah pemain pentingnya. Jika manajemen gagal bergerak cepat mempertahankan para pemain kunci, bukan tidak mungkin eksodus menuju Persebaya benar-benar terjadi secara besar-besaran. Jika itu terjadi, rivalitas antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya musim depan tampaknya akan menjadi salah satu cerita paling panas di Super League Indonesia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar