Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan awal pekan ini dengan posisi melemah. Pada Senin (11/5/2026), indeks utama bursa saham nasional tersebut dibuka turun tipis 0,14 poin ke level 6.959,94. Hanya berselang semenit, IHSG melanjutkan pelemahan sebesar 0,17 poin ke angka 6.957.
Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, sebanyak 265 saham tercatat berada di zona hijau, sementara 239 saham lainnya mengalami pelemahan. Adapun 455 saham lainnya masih stagnan. Volume transaksi awal tercatat mencapai 1,3 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp629 miliar.
Sementara itu, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor energi, konsumer non siklikal, keuangan, properti, transportasi, industri, teknologi, dan bahan baku kompak melemah. Di sisi lain, beberapa sektor justru mencatatkan penguatan, yakni konsumer siklikal, infrastruktur, industri, dan kesehatan.
Kondisi berbeda terlihat pada pergerakan beberapa indeks acuan lainnya. Indeks LQ45 melemah 0,55 poin ke level 673, indeks MNC36 turun 0,69 poin ke 295, dan IDX30 melemah 0,54 poin ke 378. Namun, indeks JII justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,10 poin ke level 451.
Di antara saham-saham yang tercatat, tiga emiten memimpin daftar top gainers. Ketiganya adalah PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), PT Insight Investment Management Tbk (XILV), dan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS). Sebaliknya, posisi top losers dihuni oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), dan PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA).
Artikel Terkait
Ekspor China April 2026 Melonjak 14,1 Persen, Didorong Booming AI Jelang Kunjungan Trump
Polri Gandeng PPATK Buru Otak Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta Barat
Guntur Romli Heran Film “Pesta Babi” Dilarang: “Ada yang Takut pada Kebenaran?”
Pramono Anung Terapkan Pemilahan Sampah di 153 Pasar Jaya, Target Kurangi Volume ke Bantargebang