“wkwkwk salah banget nyari masalah sama chindo apa lagi yang keturunan medan,batak dll semua di trabas,” komentar salah satu netizen.
“Inilah pentingnya pendidikan VOC, biar berani melawan,” ungkap yang lain.
“Mungkin copetnya kaget, orang2 eropa pada lembek ga berani ngelawan sama pelaku kriminal. Sekali-kali ketemu sama orang Indonesia yang ga takut ribut dipinggir jalan,” komentar netizen yang lainnya.
“Salah lawan, ketemunya ai ai suroboyo, yo ambyar,” tambah komentar yang lain.
“Belum tau ajah di Indo copet ketangkep masa kl gak dibakar ya minimal babak belur,” ungkap netizen lainnya.
“Copet-copet di Eropa itu kalo nyopet kerjasama alias komplotan. Hasil colongan langsung pindah tangan. Cara kerja mereka juga smooth. Korban biasanya udah dikerebutin tanpa korban tau. Pelaku rata-rata orang Eropa Timur atau nggak imigran Timur Tengah,” jelas salah satu netizen.
“Emang banyak di italy, tahun lalu pas naik kereta cepat dari roma ke venice, satu tas isi baju kamera dll dimaling, dan lucunya lagi polisinya buka cuma sampe jam 3 sore,” cerita netizen yang pernah mengalami hal yang sam.
Netizen menyoroti keberanian cewe Indonesia itu yang berani melawan copet di Italia.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Denpasar, Evakuasi Warga dan Wisatawan Berlangsung