Sepuluh Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Diserahkan ke Keluarga

- Selasa, 28 April 2026 | 19:30 WIB
Sepuluh Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Diserahkan ke Keluarga

JAKARTA Selasa pagi itu, udara di RS Polri Kramat Jati terasa berat. Bukan karena cuaca, melainkan karena duka yang mengental di setiap sudut ruang tunggu. Tangis pecah begitu saja. Para keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tak kuasa menahan perih.

Mereka datang satu per satu. Ada yang menggenggam erat foto, ada pula yang hanya bisa terduduk lemas. Semua dengan satu kepastian yang sama: anggota keluarganya telah teridentifikasi sebagai korban meninggal.

Dari pantauan di lokasi, puluhan orang tampak berdesakan di area depan. Sebagian besar adalah keluarga dari sepuluh jenazah yang akan diserahkan. Tangis dan isak terdengar silih berganti. Namun di sela-sela itu, ada juga yang mencoba saling menguatkan. Mereka berusaha tegar, meski dada masih sesak.

Menurut sejumlah saksi, proses penyerahan jenazah memang belum dimulai saat itu. Tim Dokkes RS Polri masih bekerja di dalam. Mereka memproses administrasi dan memastikan semua prosedur berjalan lancar. Sepuluh mobil ambulans sudah disiagakan di halaman. Siap mengantar jenazah ke rumah duka masing-masing.

Sebelumnya, pihak RS Polri Kramat Jati mengumumkan bahwa identifikasi sepuluh jenazah telah rampung. Prosesnya dilakukan berdasarkan rekonsiliasi data.

“Berdasarkan hasil rekonsiliasi data, 10 jenazah yang ada telah berhasil teridentifikasi,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Kecelakaan itu sendiri terjadi antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa yang menyisakan duka, dan pagi itu, tangis keluarga menjadi saksi bisu yang paling nyata.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar