JAKARTA Selasa pagi itu, udara di RS Polri Kramat Jati terasa berat. Bukan karena cuaca, melainkan karena duka yang mengental di setiap sudut ruang tunggu. Tangis pecah begitu saja. Para keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tak kuasa menahan perih.
Mereka datang satu per satu. Ada yang menggenggam erat foto, ada pula yang hanya bisa terduduk lemas. Semua dengan satu kepastian yang sama: anggota keluarganya telah teridentifikasi sebagai korban meninggal.
Dari pantauan di lokasi, puluhan orang tampak berdesakan di area depan. Sebagian besar adalah keluarga dari sepuluh jenazah yang akan diserahkan. Tangis dan isak terdengar silih berganti. Namun di sela-sela itu, ada juga yang mencoba saling menguatkan. Mereka berusaha tegar, meski dada masih sesak.
Menurut sejumlah saksi, proses penyerahan jenazah memang belum dimulai saat itu. Tim Dokkes RS Polri masih bekerja di dalam. Mereka memproses administrasi dan memastikan semua prosedur berjalan lancar. Sepuluh mobil ambulans sudah disiagakan di halaman. Siap mengantar jenazah ke rumah duka masing-masing.
Sebelumnya, pihak RS Polri Kramat Jati mengumumkan bahwa identifikasi sepuluh jenazah telah rampung. Prosesnya dilakukan berdasarkan rekonsiliasi data.
“Berdasarkan hasil rekonsiliasi data, 10 jenazah yang ada telah berhasil teridentifikasi,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Kecelakaan itu sendiri terjadi antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa yang menyisakan duka, dan pagi itu, tangis keluarga menjadi saksi bisu yang paling nyata.
Artikel Terkait
Borneo FC Tunjuk Mauro Jeronimo sebagai Pelatih Baru, 15 Pemain Dilepas
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Pekan Depan Terkait Permohonan Justice Collaborator
Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
ESDM Perketat Pengawasan Tambang Batu Bara, Perusahaan Wajib Penuhi Syarat Perizinan Sebelum Beroperasi