IDXChannel – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan masih ada sekitar enam sampai tujuh orang yang terjebak di dalam kereta. Insiden ini terjadi setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. “Di dalam kereta sekitar 6-7 orang yang masih terjebak. Bagian dari Kereta Anggrek sudah dipotong rangkaiannya dan sudah ditarik mundur,” ujar Bobby, Selasa (28/4/2026). Menurutnya, proses evakuasi tengah dilakukan semaksimal mungkin. “Seperti yang kita lihat, masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” tambahnya. Di sisi lain, Bobby juga membeberkan kronologi kejadian. Peristiwa ini, katanya, dipicu oleh temperan Taksi Green SM di JPL 85. “Kejadiannya sekitar jam 9 kurang. Diawali dengan adanya temperan taksi green SM (hijau) di JPL 85. Kami curiga itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur jadi terganggu,” jelasnya. Namun begitu, untuk kronologi yang lebih detail, pihaknya menyerahkan penyelidikan kepada KNKT. “Sementara itu, soal kronologi, kami serahkan ke KNKT untuk mencari tahu lebih lanjut penyebab kecelakaan kereta malam ini,” kata Bobby. (Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Putri Mahkota Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma, Picu Ketidakpastian Suksesi Takhta
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai, Negosiasi Masih Berlangsung
Putri Mahkota Thailand Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma Akibat Gangguan Jantung
Kementerian Keuangan Terapkan Bea Masuk Antidumping untuk Kertas Karton dari Korea, Malaysia, dan Taiwan