KPK Ungkap Modus Baru Korupsi: OTT Tak Lagi Sederhana

- Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35 WIB
KPK Ungkap Modus Baru Korupsi: OTT Tak Lagi Sederhana

Rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu lalu, cukup menarik. Ketua KPK Setyo Budiyanto berbicara panjang lebar soal bagaimana operasi tangkap tangan atau OTT di lapangan tak lagi sesederhana dulu. Modusnya berubah, cara kerja penegak hukum pun harus menyesuaikan.

Dulu, kata Setyo, transaksi para koruptor seringkali berlangsung langsung. Tatap muka, serah terima fisik, relatif jelas. Sekarang? Semuanya jadi lebih berlapis. Mereka pakai skema yang disebut 'layering', memakai perantara, sehingga jejaknya samar.

“Jadi OTT yang sekarang ini prosesnya sudah beralih, modusnya sudah berubah,” ucap Setyo.

“Kalau dulu mungkin secara langsung, face to face mereka ketemu. Tapi sekarang menggunakan layering.”

Nah, karena itulah, momen krusial justru terjadi setelah penangkapan pertama. KPK punya waktu 1x24 jam untuk bergerak cepat. Momen itu dimaksimalkan buat menelusuri dan mengamankan pihak-pihak lain yang diduga masih terlibat dalam rantai korupsi tersebut.

“Sehingga dalam kesempatan 1x24 jam, itulah yang kami maksimalkan untuk bisa mengungkap semua proses yang sudah terjadi,” tegasnya.

Menurut sejumlah saksi, operasi ini selalu berawal dari laporan masyarakat. Dari situ, KPK melakukan penyelidikan tertutup. Baru kemudian, jika bukti dirasa kuat, penindakan dilakukan.

“Nah dari proses penyelidikan tertutup itu lah, kemudian terhadap pelaku yang tertangkap tangan itu kami lakukan penindakan atau proses,” jelas Setyo.

Hal lain yang penting dicatat: orang yang kena OTT tak melulu ditangkap sedang bertransaksi. Bisa saja posisinya lagi santai di kantor atau di rumah. Penetapan tersangka justru berdasarkan pengembangan kasus dan barang bukti yang berhasil dikumpulkan selama penyelidikan berlangsung.

“Dan ada bukti-bukti yang lain yang bisa mendukung bahwa yang bersangkutan, meskipun tidak secara langsung tertangkap tangan, tapi merupakan satu bentuk rangkaian dalam perbuatan tersebut,” sebut Setyo menegaskan.

Intinya, perang melawan korupsi sekarang ini seperti permainan kucing-kucingan yang semakin canggih. Di sisi lain, KPK pun dituntut untuk selalu selangkah lebih depan, mengikuti dinamika kejahatan yang terus berevolusi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar