Makassar Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 di Makassar bakal dijaga ketat. Aparat kepolisian sudah menyiapkan pengamanan dalam skala besar.
Total ada 1.200 personel gabungan yang bakal diterjunkan. Mereka disebar untuk mengantisipasi pergerakan massa di berbagai titik yang dianggap strategis.
Kapolrestabes Makassar, Pol Arya Perdana, menjelaskan kalau pengamanan ini dipusatkan di lokasi-lokasi yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya massa. Termasuk jalur utama dan area yang rawan terjadi unjuk rasa.
Menurutnya, tugas aparat bukan cuma jaga keamanan. Mereka juga harus memastikan bahwa penyampaian aspirasi para buruh bisa berjalan dengan lancar.
Polisi, kata dia, tetap membuka ruang. Asalkan semua dilakukan dengan tertib.
“Kami akan kawal, melayani unjuk rasa dengan baik, dan mereka juga sudah menyatakan akan melaksanakannya dengan tertib,” ujar Arya, Senin (27/4/2026).
Menjelang hari H, polisi ternyata sudah bergerak lebih dulu. Mereka melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga serikat pekerja.
Semua itu dilakukan supaya situasi tetap kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Tidak ada yang mau ambil risiko, apalagi kalau sampai terjadi gesekan.
Di sisi lain, peringatan tahun ini tidak melulu soal aksi turun ke jalan. Sejumlah organisasi buruh juga punya rencana lain. Mereka menggelar kegiatan sosial seperti donor darah dan bakti sosial.
Beberapa serikat buruh, menurut informasi yang diterima polisi, sudah menyampaikan pemberitahuan aksi. Mereka juga berkomitmen untuk menjaga ketertiban.
“Mereka menjamin tidak ada bakar ban dan tidak menutup jalan dengan penuh,” bebernya.
Artinya, aksi tetap akan berlangsung tapi dengan batasan yang jelas. Tidak ada yang mau bikin macet total apalagi sampai rusuh. Semua pihak, setidaknya di atas kertas, sepakat untuk saling jaga.
Artikel Terkait
KAHMI Minta Polemik Ceramah Jusuf Kalla Dihentikan, Khawatir Memecah Belah Umat
Kemendagri Peringatkan Pemkab Magelang Agar Tak Asal Bikin Inovasi Daerah Tanpa Perencanaan Matang
Warga Palopo Ditemukan Selamat Setelah Tersesat di Hutan Battang Barat
Komnas HAM Nyatakan Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Pelanggaran HAM Berat