Batalyon A Pelopor Brimob Metro Jaya Gelar Pelatihan Tactical Commander untuk Perkuat Kemampuan Komandan Lapangan

- Senin, 27 April 2026 | 20:45 WIB
Batalyon A Pelopor Brimob Metro Jaya Gelar Pelatihan Tactical Commander untuk Perkuat Kemampuan Komandan Lapangan

Batalyon A Pelopor, Satuan Brimob Polda Metro Jaya, baru-baru ini mengadakan pelatihan yang namanya Tactical Commander Course, atau biasa disingkat TCC. Kegiatannya digelar di Mako Batalyon A Pelopor, tepatnya pada Senin, 27 April lalu. Yang memimpin langsung acara ini adalah Danyon A Pelopor, Kompol Anton Asrar.

Pelatihan ini pesertanya para danki dan danton singkatan dari komandan kompi dan komandan peleton. Intinya, mereka semua digembleng soal fungsi tactical commander. Soal bagaimana cara memimpin, mengendalikan situasi, dan yang paling penting, merespons dinamika tugas secara cepat dan tepat. Gak boleh lambat, gak boleh salah langkah.

Menurut Kompol Anton, sorang tactical commander itu harus bisa membaca situasi dengan jeli. “Mengambil keputusan secara cepat dan terukur,” katanya pada wartawan, Senin (27/4/2026). Beliau juga nambahin, kendali pasukan harus tetap solid dalam setiap pelaksanaan tugas. Itu harga mati.

Di sisi lain, TCC ini sebenarnya dirancang untuk membentuk komandan lapangan yang handal. Bukan cuma jago teori, tapi mampu menerjemahkan strategi jadi tindakan operasional di lapangan. Kompol Anton menegaskan, berhasil atau tidaknya tugas di lingkungan Korps Brimob itu sangat tergantung pada kualitas komandan di lapangan. Jadi, ujung tombaknya ada di mereka.

Dengan pelatihan begini, Brimob Metro Jaya berharap bisa menjaga keberhasilan tugas. Tujuannya jelas, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Gak muluk-muluk, tapi esensial.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para danki dan danton semakin profesional, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas,” tutup Kompol Anton. Ya, semoga saja begitu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar