Banjir Besar Landa Merangin, Lebih dari 400 Rumah Terendam dan Ratusan Warga Dievakuasi

- Senin, 27 April 2026 | 20:45 WIB
Banjir Besar Landa Merangin, Lebih dari 400 Rumah Terendam dan Ratusan Warga Dievakuasi

Penulis: Heri Zulkifli


TVRINews, Jambi

Hujan deras mengguyur Kabupaten Merangin dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, banjir besar melanda sejumlah wilayah. Lebih dari 400 rumah warga terdampak, bahkan ada yang rusak parah.

Empat kecamatan yang kena imbas adalah Muara Siau, Lembah Masurai, Batang Masumai, dan Pamenang Selatan. Bukan cuma permukiman yang terendam. Fasilitas umum seperti jembatan gantung dan bangunan sekolah juga ikut rusak.

Di Muara Siau, situasinya cukup parah. Ratusan rumah warga terendam dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Sementara di Lembah Masurai, banjir datang bareng tanah longsor. Akses jalan jadi tertutup, warga susah bergerak.

Lalu, di Batang Masumai, sedikitnya 25 rumah dilaporkan terdampak. Namun yang paling memprihatinkan justru di Pamenang Selatan. Di sana, sekitar 200 kepala keluarga atau 769 jiwa terkena dampak. Beberapa rumah bahkan dilaporkan hanyut dan roboh karena derasnya arus air.

Menurut sejumlah saksi di lapangan, air datang begitu cepat. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Suasana mencekam, apalagi di malam hari ketika hujan masih terus turun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin langsung bergerak cepat. Lima tim sudah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk penanganan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Merangin mengatakan,

“Kami telah menurunkan lima tim untuk menangani banjir di beberapa wilayah. Prioritas saat ini adalah evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.”

Proses evakuasi masih berlangsung secara bertahap. Tim fokus dulu ke wilayah yang paling parah. Sementara itu, petugas juga terus memantau situasi, khawatir bakal ada banjir susulan.

Warga diimbau untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Kalau ada yang butuh bantuan darurat, segera lapor ke petugas. Jangan menunggu sampai semuanya terlambat.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar