BALI Tekanan mulai terasa di kubu PSM Makassar. Zona degradasi masih menghantui, meskipun pekan lalu mereka sukses menaklukkan Persik Kediri.
Senin, 27 April 2026 nanti, PSM bakal bertandang ke markas Bali United. Laga pekan ke-30 Super League ini digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Sebuah pertandingan yang jelas tidak akan mudah.
Persiapan sudah dilakukan. Pelatih karateker, Ahmad Amiruddin, mengaku timnya siap membendung serangan lawan. Soalnya, mereka sadar betul lawan yang dihadapi bukan sembarang klub. Bali United kerap berpesta gol di kandang sendiri 6-1 lawan Biak, 4-1 lawan Malut United. Angka-angka itu jadi peringatan keras.
“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya, kemarin.
Di sisi lain, Ahmad Amiruddin juga menekankan bahwa motivasi anak asuhnya sedang bagus. Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di laga kandang pekan lalu jadi suntikan semangat. Ia berharap tren positif ini bisa berlanjut.
“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” terangnya.
Namun begitu, juru taktik berusia 43 tahun itu enggan jemawa. Banyak pemain absen karena cedera atau kondisi fisik yang kurang fit. Alhasil, ia hanya akan memainkan pemain yang benar-benar siap.
“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” lanjutnya.
Sementara itu, bomber PSM, Alex “Tank” Tanque, punya pandangan sendiri. Menurutnya, para pemain sudah sempat recovery meski persiapan untuk laga ini cukup mepet. Mereka siap bertarung.
“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” buka dia.
Penyerang asal Brasil itu juga bilang, semua pertandingan di Super League sulit dimenangkan termasuk lawan Bali United. Tapi ia sudah siap. Fokus penuh. Laga ini krusial, dan ia sadar betul.
“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucap Alex.
Ia menambahkan, semua pemain Bali punya kualitas bagus di setiap lini. Karena itu, ia tidak mau membuat kesalahan atau memberi celah sedikit pun kepada Serdadu Tridatu. Meski beberapa pemain bertahan Bali absen, Alex yakin itu tidak mengurangi kekuatan mereka. Ia akan berupaya maksimal, mengonversi setiap peluang jadi gol.
“Saya kira tidak terlalu penting siapa yang main. Saya lebih menekankan kepada tim kita harus main dengan baik. Karena siapa pun yang akan bermain di Bali, tidak akan membuat perubahan besar atau selisih besar dalam hal kualitas, karena Bali punya tim yang bagus,” tegasnya.
Situasi klasemen memang bikin deg-degan. Saat ini, PSM duduk di peringkat ke-14 dengan 31 poin. Madura United, yang menghuni zona degradasi, cuma terpaut dua poin tepatnya 26 poin. Dengan lima laga tersisa, peluang Madura untuk mengejar masih terbuka lebar. Kalau Madura terus menang dan PSM gagal memanfaatkan sisa laga, bukan tidak mungkin PSM yang akan terjerembab ke zona merah.
Artinya, perburuan poin bakal makin panas dalam dua-tiga pekan ke depan. Kalah sekali saja, risikonya besar. Jalan terbaik agar tetap bertahan di Super League? Menangkan setiap laga sisa. (wid/zuk)
Artikel Terkait
Pertempuran Antar Etnis di Chad Timur Tewaskan 42 Orang, Picu Respons Cepat Pemerintah
IHSG Diprediksi Masih Tertekan di Zona Merah, Terbayangi Efek Rebalancing MSCI
Pasukan Israel Blokir Jalan dan Lempar Batu ke Kendaraan Warga Palestina di Tepi Barat
John Herdman Panggil 27 Pemain untuk Hadapi Oman di FIFA Matchday Juni 2026