Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras 7.000 Ton Aman

- Minggu, 19 April 2026 | 23:00 WIB
Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras 7.000 Ton Aman

Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang, Pastikan Stok Beras Aman

Magelang, Sabtu (18/4/2026) – Usai memberikan arahan kepada ratusan ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba menyambangi Kompleks Gudang Bulog Danurejo. Ini inspeksi mendadak. Tujuannya jelas: mengecek langsung kondisi cadangan pangan nasional di lokasi itu.

Di dalam gudang, Prabowo meninjau tumpukan karung beras. Ia ingin memastikan sendiri stoknya benar-benar aman dan siap didistribusikan ke masyarakat jika diperlukan. Menurut sejumlah saksi, ia tampak cermat mengamati kondisi penyimpanan.

Kunjungan ini punya konteks yang lebih luas. Di sisi lain, situasi global sedang tidak menentu. Krisis energi melanda beberapa negara, dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, ketahanan pangan sebuah bangsa jadi ujian yang serius.

Namun begitu, posisi Indonesia dinilai cukup kuat. Baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harga pangan pokok, kondisinya relatif stabil. Stok di gudang-gudang seperti ini menjadi salah satu penopang utama.

Tak cuma mengecek barang, Prabowo juga menyapa para karyawan. Suasana pun berubah riuh dan hangat. Ia berbincang singkat, melemparkan senyum, dan disambut antusias oleh para pekerja yang hadir. Interaksi itu berlangsung akrab, jauh dari kesan kaku.

Kompleks Gudang Bulog Danurejo sendiri terdiri dari dua unit bangunan. Kapasitasnya tak main-main: mencapai 7.000 ton. Dan saat ini, gudang itu terisi penuh. Fakta ini menunjukkan kesiapan stok yang optimal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah Jawa Tengah, terutama Kota dan Kabupaten Magelang.

Jadi, sidak singkat ini bukan sekadar pencitraan. Ia adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa lumbung pangan negara benar-benar berfungsi. Di tengah gejolak dunia, ketahanan pangan adalah harga mati.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar