Kemenkes Imbau Anak Bergejala Campak Tak Sekolah Dulu, Kenali 5 Tandanya

- Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB
Kemenkes Imbau Anak Bergejala Campak Tak Sekolah Dulu, Kenali 5 Tandanya

Campak? Penyakit ini masih bikin khawatir, lho. Di Indonesia, anak-anak tetap jadi kelompok yang paling rentan. Makanya, Kementerian Kesehatan sampai mengeluarkan imbauan khusus: kalau anak menunjukkan gejala, sebaiknya jangan dulu masuk sekolah. Langkah ini penting untuk mencegah penularan yang bisa meluas dengan cepat.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memang gampang banget menular. Cukup lewat percikan ludah saat batuk atau bersin, virusnya bisa berpindah. Banyak yang mengira cuma anak-anak yang kena, tapi nyatanya orang dewasa juga bisa tertular. Karena itulah, selain anak-anak, Kemenkes juga memprioritaskan vaksinasi untuk para tenaga kerja yang punya risiko tinggi kontak dengan virus campak.

Nah, sebagai orang tua, kunci utamanya adalah mengenali gejalanya sejak dini. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Berdasarkan pantauan terhadap berbagai laporan, setidaknya ada lima tanda yang harus benar-benar diperhatikan.

Waspadai Demam Tinggi yang Datang Tiba-tiba

Gejala awal yang kerap muncul adalah demam tinggi, bahkan bisa menyentuh lebih dari 38 derajat Celcius. Demam ini biasanya muncul beberapa hari sebelum ruam kulit terlihat dan bisa bertahan cukup lama.

Tapi ingat, tidak semua demam mendadak itu campak. Jadi, amati juga gejala penyerta lainnya.

Mirip Flu: Batuk, Pilek, Ditambah Mata Merah

Anak yang kena campak seringkali menunjukkan tanda-tanda mirip flu. Batuk dan pilek biasa terjadi. Yang khas, matanya jadi merah (konjungtivitis) dan terasa silau saat melihat cahaya. Kalau kombinasi ini muncul, sudah saatnya tingkatkan kewaspadaan.

Bintik Putih Khas di Dalam Mulut

Ini nih tanda yang cukup spesifik: munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih di bagian dalam pipi. Namanya bercak Koplik. Bintik ini biasanya muncul beberapa hari sebelum ruam merah di kulit. Jadi, selain cek suhu badan, cobalah periksa mulut anak dengan saksama.

Ruam Merah yang Mulai dari Wajah

Ruam merahnya biasanya mulai dari area belakang telinga dan wajah, lalu perlahan menyebar ke seluruh tubuh. Teksturnya agak kasar dan sering bikin anak merasa gatal. Dari semua gejala, ruam inilah yang paling mudah diidentifikasi secara kasat mata.

Anak Lesu dan Tak Mau Makan

Di luar gejala fisik, perhatikan juga kondisi umum anak. Mereka biasanya tampak lemas, rewel, dan nafsu makannya turun drastis. Kondisi ini, jika dibiarkan, bisa memperburuk keadaan karena tubuh kekurangan tenaga untuk melawan virus.

Kalau beberapa gejala di atas muncul bersamaan, jangan tunda lagi. Segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Mengetahui gejalanya sejak awal adalah langkah terbaik untuk melindungi buah hati dari komplikasi penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini.

(Nadya Kurnia)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar